Hari ke 36 Perang Rusia-Ukraina dalam Pantauan Media Sosial Indonesia: Keselamatan WNI Jadi Perhatian Utama
Sebagian WNI yang sudah berhasil dievakuasi dari perang Rusia-Ukraina saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 3 Maret 2022. (Dok. Garuda Indonesia)

Bagikan:

JAKARTA – Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung selama 36 hari. Warganet Indonesia sejak awal perang berlangsung terus mengikuti perkembangan konflik tersebut. Dari linimasa pencarian dan perbincangan warganet Indonesia, kedekatan isu menjadi warna interaksi warga net Indonesia.

Nasib WNI di Ukraina dan dampak perang dari sisi kepentingan Indonesia menjadi isu utama  yang banyak dicari dan diikuti warganet Indonesia. Di mesin pencarian Google pada 11-12 Maret 2022, terekam tingginya pencarian seputar topik perang Rusia-Ukraina. Di antaranya penyebab konflik di awal perang. Kata “Ukraina” menunjukkan puncak pencarian, yaitu di angka 100.

Pada 11 Maret 2022  warganet Indonesia banyak mencari topik itu karena berbarengan dengan upaya evakuasi 13 WNI di Ukraina. Gencatan senjata yang tak kunjung tercapai antara Rusia dan Ukraina, menyebabkan WNI Indonesia yang berada di Chernihiv dan Lviv belum dapat dievakuasi.

Hingga 12 Maret 2022 upaya penyelamatan WNI masih tertunda. Pasukan Rusia bergerak mengepung kota-kota tempat WNI berlindung terus diikuti oleh warganet Indonesia. Serangan Rusia di hari ke-17 telah mencapai Lviv. Kota Chernihiv telah dikepung dan dihantam rudal Rusia hampir dari semua penjuru.

Tentara Rusia di Ukraina. (Wikimedia Commons/Mil.ru)

“Update perang Ukraina” menjadi kata kunci yang banyak digunakan. Kata kunci lain ”video perang rusia ukraina” dan ”mengapa rusia ukraina perang” juga banyak dipakai. Warganet Indonesia juga masih mencari latar belakang penyebab konflik perang kedua negara. Hal ini tidak jauh berbeda dengan pencarian warganet dunia.

Dari aplikasi Talkwaker pada 2-8 Februari 2022, percakapan utama 7,8 persen interaksi warga net yang muncul adalah alasan Rusia melakukan invasi ke Ukraina.

Kebijakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang memutuskan Ukraina untuk bergabung ke Uni Eropa dan NATO menjadi awal konflik perang ini. Presiden Zelensky yang berlatar belakang komedian ini dianggap menjadi ancaman serius untuk keamanan Rusia. Rusia mengkhawatirkan NATO akan menempatkan persenjataannya di Ukraina yang berbatasan langsung dengan Rusia.

Google Trend merekam puncak pencarian Ukraina pada 24 Februari 2022, yaitu pada angka 100. Pada skala 0-100 dengan kata pencarian “Ukraina”, menunjukkan tren kenaikan pencarian oleh warganet Indonesia sesaat setelah serangan pertama Rusia ke Ukraina.

Pada 23 Februari 2022 sehari sebelum penyerangan, skor pencarian informasi yang berhubungan dengan Rusia hanya berada di angka 5. Hal ini menunjukkan bahwa awal serangan Rusia ke Ukraina merupakan peristiwa penting yang menyita perhatian warganet Indonesia.

Momentum satu bulan penyerangan Rusia ke Ukraina pada 24 Maret 2022 menjadi puncak tentang pencarian Ukraina di mesin pencari Google. WNI yang berhasil dievakuasi juga menjadi penyebab popularitas topik Ukraina. Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa  pada 18 Maret 2022 proses evakuasi 9 WNI berhasil dilakukan.

Unsur Kedekatan Emosional

Setelah seluruh WNI berhasil dievakuasi di Ukraina dan dipulangkan ke Indonesia, pencarian di Google turut menurun. Pada 29 Maret, pukul 15.00 WIB, skor pencarian di Google Trend turun menjadi 51. Hal yang sama terekam dari pencarian dan percakapan di media sosial.

Pada periode 23-29 Maret terdapat 68,3 persen pencarian tentang Ukraina. Muncul 81.400 hasil dan 1 juta interaksi warganet. Percakapan didominasi lima topik yang terkait dengan serangan Rusia dan persenjataan yang digunakan oleh Rusia. Rusia membombardir  kawasan di sekitar ibu kota Kyiv pada 15 Maret 2022, yang juga menghancurkan empat gedung bertingkat di Kyiv.

Pada 23-29 Maret 2022 terlihat tren penurunan pencarian dan interaksi di media sosial, namun warganet Indonesia masih intens memberi perhatian pada perang Rusia-Ukraina. Saat ini topik yang menjadi perhatian warganet adalah imbas perang tersebut terhadap Indonesia, bakal berpengaruh terhadap kinerja ekspor dan impor atau tidak.

Presiden Jokowi tetap akan mengundang Presiden Vladimir Putin menghadiri KTT G20 di Bali 15-16 November 2022. (Dok. Sektretariat Presiden)

Selain itu percakapan yang banyak dilakukan warganet adalah terkait posisi Indonesia sebagai Presiden G20. Posisi ini menjadi ujian politik luar negeri Indonesia. Keinginan Indonesia mengundang semua anggota G20 termasuk Rusia dalam KTT G20 di Bali 15-16 November mendatang ,sudah pasti banyak pihak yang tidak senang. Amerika Serikat dan Australia termasuk negara yang meminta Indonesia tidak mengundang Rusia di kegiatan G20. Polemik ini juga menjadi pembicaraan warganet.

Di media sosial percakapan teratas pada 23-29 Maret 2022, bersumber dari akun Youtube CNBC Indonesia. Konten paling laris adalah Duta Besar Ukraina untuk Indonesia yang meminta Indonesia menolak kehadiran Presiden Putin di KTT G20. Konten yang diunggah pada 24 Maret itu, telah ditonton sebanyak 1,47 juta kali dengan 25.200 engagement dari warganet.

Unsur kedekatan yaitu WNI yang terjebak dalam perang Rusia-Ukraina ataupun emosional dari dampak perang, menjadi hal yang menarik para warganet. Per Januari 2022 ada 191,4 juta pengguna aktif media sosial di Indonesia. Mereka sangat mengkhawatirkan keselamatan warga Indonesia yang masih tertinggal di Ukraina.