Epidemiolog Sarankan PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang
Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menyarankan agar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di luar Jawa dan Bali diperpanjang.

Sebagaimana diketahui, hari ini merupakan hari terakhir penerapan PPKM Level 1 sampai 4. Dicky memandang, PPKM di luar Jawa-Bali perlu diperpanjang untuk levih menekan penyebaran COVID-19.

"Untuk di luar Jawa dan Bali, ini menjadi catatan penting. Pemerintah harus menguatkan PPKM," kata Dicky aaat dihubungi VOI, Senin, 16 Agustus.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat memang ada penurunan kasus di sejumlah daerah yang menerapkan PPKM Level 4, seperti kabupaten/kota di Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan.

Namun, selama sepekan terakhir, masih ada beberapa provinsi yang mengalami kenaikan kasus aktif tertinggi. Lima provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi juga berada di luar Jawa, yakni Sumatera Utara, Sulawesi tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan.

Masalahnya, kata Dicky, upaya testing, tracing, dan treatment, serta vaksinasi COVID-19 di luar Jawa dan Bali tidak semasif di Jawa dan Bali. "Di luar Jawa ini, masalah 3T dan vaksinasi ini yang menjadi PR besar," tuturnya.

Oleh sebab itu, pemerintah mesti memperpanjang PPKM dengan penguatan 3T. Soal keterbatasan alat tes PCR dan antigen, pemerintah daerah setempat bisa melakukan langkah alternatif dengan pendeteksian terduga kasus lewat gejala yang dirasakan.

"Yang penting ada visitasi dengan cara pendeteksian risiko awal. Tenaga kesehatan bisa dibekali dengan semacam upaya checklist yang sederhana untuk menemukan terduga kasus, lalu segera bisa dilakukan isolasi atau karantina. Tanpa testing enggak masalah, yang penting ada intervensi isolasi dan karantina yang efektif dan menemukan kasus kontak," jelas Dicky.

Seperti diketahui, per tanggal 15 Agustus terdapat penambahan 20.813 kasus COVID-19 baru secara nasional dan akumulasinya mencapai 3.854.354 kasus. Kemudian, kasus aktif sebesar 384.807 kasus.

Berdasarkan penerapan PPKM sejak tanggal 10 hingga 16 Agustus 2021, terdapat 45 dari 386 kabupaten/kota di luar pulau Jawa dan Bali yang berada di level 4. Dalam seminggu terakhir ini, terdapat 6 kabupaten/kota yang turun dari level 2 ke level 1 dan 28 kabupaten/kota yang turun dari level 4 ke level 3.