Tetap Jalan Meski COVID-19 Meninggi, KONI: PON Papua Harus jadi Kebangkitan Indonesia dari Pandemi
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman (VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 akan berlangsung pada 2 - 15 Oktober 2021. Artinya, hanya menunggu 3 bulan lagi masyarakat Indonesia bakal menyaksikan PON XX Papua.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, optimis dan yakin PON XX Papua 2021 tetap berjalan meski saat ini Indonesia tengah berjuang melawan pandemi COVID-19 yang terus melonjak. 
 
"Kita hari ini bersama untuk menata komunikasi dan mewartakan bahwa Pekan Olahraga Nasional yang akan dilaksanakan di Papua, di masa pandemi COVID-19 insyaallah tetap dapat berjalan," ujar Marciano dalam membuka rapat sosialisasi PON XX Papua 2021 secara daring, Kamis, 8 Juli.
 
Dia mengakui, saat ini adalah saat berbeda menjelang PON di waktu-waktu sebelumnya karena masih dalam masa PPKM Darurat. Di mana seluruh aktivitas masyarakat, khususnya di provinsi Jawa dan Bali sangat ketat untuk harus mengikuti aturan yang dikeluarkan Satgas COVID-19 maupun pemerintah daerah. 
 
"Tidak bisa dipungkiri bahwa korban dari COVID-19 ini belakangan semakin meningkat. Karenanya kita harus patuh pada protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah," ucapnya.
 
Marciano lantas mengajak komunitas olahraga, jajaran KONI provinsi dan kabupaten/kota untuk memberikan dukungan kepada kebijakan pemerintah agar tingkat paparan COVID-19 pada dua pekan ini dapat terlihat turun secara signifikan.
 
"Hal ini penting, karena tidak mungkin kita menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional ke-20 di Papua apabila situasi daerah masing-masing, situasi Covid-nya masih rata-rata di zona merah. Karenanya, kita sama-sama bekerja sama untuk segera berupaya maksimal di dalam waktu kurang dari 90 hari ini untuk menekan, berkontribusi kepada pemerintah, menjaga atlet-atlet kita tetap melaksanakan program unit provinsi agar PON XX Papua tetap dilaksanakan," jelas Marciano.

 
Disamping itu, kata Marciano, PON selalu dikatakan sukses apabila pada pelaksanaannya terjadi pemecahan rekor-rekor nasional. "PON juga akan sukses apabila didalam pelaksanaannya kita menciptakan atlet-atlet berprestasi. Oleh karenanya mari kita optimis menghadapi situasi ini," tegasnya 
 
Selain itu, sambungnya, kebijakan yang ditentukan pada PON XX Papua ini adalah atlet dan official yang datang harus sudah divaksin. Kecuali, mereka yang atas pertimbangan kesehatan dan pertimbangan dokter tidak boleh divaksin. 
 
"Tetapi masyarakat yang di Papua pun vaksinasi sudah dilakukan, sehingga ini memberikan rasa aman juga bagi para atlet, kontingen yang datang ke Papua maupun mereka yang didatangi sebagai tuan rumah. Karenanya, jangan khawatir bahwa kita semua berupaya maksimal menghadapi pandemi ini, menerapkan prokes secara ketat, di manapun kita berada," terangnya.
 
KONI pusat juga mengimbau kepada KONI provinsi dan kabupaten/kota untuk  melatih atlet-atlet sesuai dengan wilayah masing-masing melalui program-program pemusatan daerah yang telah disusun oleh provinsi. Menurutnya, masalah kesehatan menjadi prioritas pelaksanaan PON XX Papua.
 
"PON XX Papua harus menjadi pekan olahraga nasional yang menunjukkan kebangkitan bangsa Indonesia dari masa pandemi COVID-19. Pekan Olahraga Nasional Papua ini juga harus menjadi pekan olahraga pemersatu bangsa yang mana kita semua dari 33 provinsi hadir di Papua untuk menyukseskan pekan olahraga nasional yang kita tunggu ini," tandas Marciano.