Sydney Alami Hari Terburuk, Catat Rekor Lonjakan Kasus COVID-19 Varian Delta
Ilustrasi COVID-19 Sydney, Australia. (Wikimedia Commons/Adam.J.W.C.)

Bagikan:

JAKARTA - Negara Bagian New South Wales, Australia pada Hari Kamis melaporkan kenaikan harian terbesar dalam kasus COVID-19 yang didapat secara lokal sepanjang tahun 2021. 

New South Wales (NSW) melaporkan 38 kasus lokal baru, naik dari 27 sehari sebelumnya, saat negara bagian dengan ibu kota Sydney ini bersiap untuk memasuki penguncian minggu ketiga.

"Kami tidak ingin memperpanjang penguncian, kami tidak ingin melihat Sydney atau New South Wales masuk dan keluar dari penguncian sampai sebagian besar populasi kami divaksinasi," kata Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian kepada wartawan di Sydney, seperti mengutip Reuters Kamis 8 Juli. 

Berejiklian meminta warga untuk membatasi kunjungan ke keluarga, karena data menunjukkan virus menyebar dalam pertemuan seperti itu, mendesak orang dengan gejala flu untuk membawa seluruh keluarga mereka untuk tes COVID-19 karena varian Delta yang sangat menular.

Perdana menteri berjanji ini akan menjadi penguncian terakhir yang harus dialami Sydney dalam pandemi, meskipun baru sekitar 10 persen dari total populasi negara itu yang telah divaksinasi sepenuhnya.

Dari kasus Kamis, 26 berada dalam isolasi selama atau sebagian dari periode infeksi mereka, sementara 11 menghabiskan waktu di komunitas saat mereka menular. Sedangkan satu kasus lainnya sedang diselidiki. 

Total infeksi mendekati 400 di tengah wabah terbesar tahun 2021 di negara bagian itu, sejak kasus pertama yang terjadi pada seorang pengemudi limusin di pinggiran Pantai Bondi yang mengangkut awak maskapai luar negeri, terdeteksi terinfeksi sekitar tiga minggu lalu.

Otoritas Negara Bagian New South Wales (NSW) Australia Rabu 7 Juli waktu setempat memutuskan, untuk memperpanjang penguncian ketat Sydney selama seminggu.

Keputusan ini diambil seiring dengan prediksi masih akan bertambahnya kasus infeksi COVID-19 di kota tersebut, lantaran tengah bergulat menangani varian Delta yang sangat menular.

Sydney yang dihuni oleh seperlima dari total 25 juta penduduk Australia menjalani penguncian ketat selama dua minggu, sejak 26 Juni hingga Jumat 9 Juli mendatang. 

Namun, dengan keputusan hari ini, Sydney akan menjalani penguncian hingga 16 Juli mendatang, untuk memperketat pengawasan, penanggulangan varian Delta serta upaya untuk meningkatkan vaksinasi COVID-19.

"Varian Delta ini adalah pengubah permainan, sangat menular dan lebih menular daripada bentuk virus lain yang pernah kita lihat," tutur Berejiklian kemarin. 

Untuk diketahui, melansir Worldometers, hingga Kamis 8 Juli Australia mencatat total kasus infeksi COVID-19 sebanyak 30.903, dengan angka kematian sebanyak 910 dan jumlah pasien sembuh mencapai 29.466.