COVID-19 Varian Delta Merebak di Australia, Sydney hingga Darwin <i>Lockdown</i> Ketat
Ilustrasi Kota Sydney, Australia. (Wikimedia Commons/Franklin Heijnen)

Bagikan:

JAKARTA - Australia memperpanjang penguncian dan penerapan jarak sosial ke lebih banyak negara bagian pada Rabu 30 Juni waktu setempat, dengan empat kota besar dalam penguncian ketat untuk menahan penyebaran COVID-19 varian Delta.

Sekitar satu dari dua warga Australia berada di bawah perintah tinggal di rumah, dengan jutaan lainnya dikenai pembatasan pergerakan dan wajib mengenakan masker di tengah merebaknya COVID-19 di beberapa lokasi.

Dengan lebih dari lima juta penduduk Sydney di bawah penguncian dua minggu hingga 9 Juli, negara bagian New South Wales melaporkan 22 kasus COVID-19 yang ditularkan secara lokal pada hari Rabu, semuanya terkait dengan infeksi sebelumnya.

Jumlah ini naik sedikit dari dua hari sebelumnya, tetapi masih di bawah puncak wabah saat ini dari 30 kasus baru yang dilaporkan pada Hari Minggu lalu.

"New South Wales menunjukkan tingkat kasus yang stabil pada tahap ini, tetapi hingga saat ini ketakutan kami tentang eskalasi besar belum terwujud dan kami tentu ingin tetap seperti itu," kata Perdana Menteri negara bagian Gladys Berejiklian kepada wartawan di Sydney, seperti mengutip Reuters Rabu 30 Juni. 

Dengan total sekitar 170 kasus baru yang ditularkan secara lokal, sejak infeksi pertama varian Delta terdeteksi dua minggu lalu, NSW adalah negara bagian atau wilayah yang paling parah terkena dampak gelombang COVID-19 saat ini.

Penduduk Sydney, Perth, Brisbane dan Darwin kini berada dalam penguncian. Pejabat mengeluarkan perintah tinggal di rumah untuk kota setelah seorang pelancong yang berpotensi terinfeksi menggunakan bandara.

Australia Selatan, melaporkan kasus pertama yang ditransmisikan secara lokal untuk tahun 2021, tetapi tidak memberlakukan penguncian penuh, dengan mengatakan mereka yakin ancaman itu dapat diatasi. Sementara, Queensland melaporkan tiga kasus baru yang didapat secara lokal, Australia Barat mencatat satu kasus dan Northern Territory tidak mencatat adanya kasus infeksi. 

Akibat kondisi yang terjadi di Negeri Kangguru ini, Singapura menerapkan kewajiban karantina selama seminggu bagi pelancong dari Australia. Aturan ini akan berlaku mulai Jumat lusa. 

Untuk diketahui, penguncian, jarak sosial yang ketat, pelacakan kontak yang cepat dan kepatuhan komunitas yang tinggi telah membantu Australia meredam wabah sebelumnya. Melansir Worldometers, Australia total mencatat 30.611 kasus infeksi COVID-19 dengan 910 kematian, serta 29.358 orang sembuh sejak pandemi tahun lalu.