COVID-19 Meningkat, Grobogan Mulai Lakukan Penyekatan di Pintu Masuk
Penyemprotan disinfektan (IST)

Bagikan:

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kabupaten Grobogan terus menggenjot upaya pengendalian COVID-19, yang cenderung mengalami kenaikan selama dua pekan terakhir. Sejumlah upaya yang dilakukan mulai dari penyemprotan disinfeksi hingga penyekatan di pintu-pintu masuk.

Kalaksa BPBD Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyoningsih mengatakan kegiatan yang meliputi disinfeksi dilakukan dengan menyasar beberapa lokasi seperti Kantor perbankan, Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan dan Hotel Catra, sebagai tempat isolasi mandiri pasien COVID-19.

Selain itu, kata Endang, Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Grobogan yang beranggotakan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD Kabupaten Grobogan, relawan dan instansi terkait juga melakukan penyekatan dan pembatasan mobilitas masyarakat di tiga titik yang menjadi pintu masuk Kabupaten Grobogan.

Penyekatan tersebut yang pertama dilakukan di Desa Wandankemiri, Kecamatan Klambu, yang menjadi pintu masuk dari Kabupaten Kudus. Selanjutnya dilakukan di Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan yang menjadi pintu masuk dari wilayah Kabupaten Pati.

"Lalu di Desa Bugel di Kecamatan Godong yang menjadi akses masuk wilayah Kabupaten Grobogan dari arah Demak dan Semarang," kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Minggu, 20 Juni.

Kemudian, kata Endang, upaya lain yang dilakukan demi menurunkan angka COVID-19 di Kabupaten Grobogan, Satgas setempat juga memberlakukan gerakan 'Satu Hari di Rumah Saja' yang telah dilakukan pada akhir pekan lalu dan pagi hari ini, Minggu, 20 Juni.

Adapun penerapannya yakni masyarakat setempat diminta untuk tidak beraktivitas di luar rumah terhitung mulai pukul 05.00 hingga 05.00 pada hari berikutnya atau selama 24 jam.

Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan per Sabtu, 19 Juni, kasus COVID-19 mengalami kenaikan sebanyak 66 orang. Sedangkan pasien sembuh mengalami kenaikan sebanyak 23 orang dan meninggal 4 orang.