Bagikan:

JAKARTA - COVID-19 varian Delta menyerang Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta masyarakat tak lengah menaati protokol kesehatan di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di wilayahnya.

“Virus corona varian Delta telah menyerang kabupaten Kudus. Sampai 14 Juni, varian dari India itu terdeteksi menjangkiti 62 saudara kita di Kudus. Jelas kita patut waspada,” kata Ganjar Pranowo dalam pernyatannya, Selasa, 15 Juni malam.

Varian Delta menurutnya sudah mengakibatkan korban jiwa. Tingkat penularannya sangat cepat. 

“50 persen lebih menular daripada varian lainnya,” sambung Ganjar 

Ganjar Pranowo mencontohkan kasus di India. Di mana kasus COVID-19 varian Delta membuat kewalahan rumah sakit hingga krematorium. 

“Varian Delta bisa dideteksi dari beberapa gejala di antaranya gangguan pendengaran, gangguan lambung parah sampai pembekuan darah,” tutur Ganjar.

Varian COVID-19 Delta menurut Ganjar diprediksi sudah masuk ke daerah lainnya. Hal ini berdasarkan pemeriksaan laboratorium di mana dari 72 sampel yang diperiksa ada 68,11 persen positif COVID-19 varian Delta. 

Apalagi saat ini sejumlah wilayah di Jateng seperti Kudus, Demak, Jepara, Kabupaten Tegal hingga Wonogiri masuk ke zona merah COVID-19. 

“Penambahan (kasus) 14 Juni, kasus COVID di Jateng 1.372 kasus dalam satu hari, total dalam seminggu 3.331 orang. Yang paling membuat saya nggrantes (prihatin), jumlah warga meninggal 756 orang,” tutur Ganjar Pranowo. 

Upaya mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 sambung Ganjar bisa dilakukan dengan kesadaran mematuhi prokes. Di antaranya memakai masker, tidak berkerumun hingga tak keluar rumah bila tak ada kegiatan penting. 

“Saya mohon panjenangan tidak lengah,” katanya.

Dia mencontohkan, kelengahan prokes membuat penyebaran COVID-19 sangat cepat terjadi. 

“13 guru di Sragen positif COVID-19 hanya karena tidak pakai masker saat selfie. Saya meminta warga Jateng mulai detik ini juga patuh dan taat prokes, kesadaran ini penting. Seluruh pemerintahan setiap level mengingatkan warga taat prokes,” imbuh Ganjar Pranowo. 

Varian Delta COVID-19

Varian Delta COVID-19 asal India dilaporkan terdeteksi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kudus menjadi salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang terdeteksi sebagai zona merah penyebaran virus Corona.

Selain Kudus, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut corona varian Delta atau B1617.2 dari India kini juga mendominasi di DKI Jakarta, Bangkalan-Jawa Timur.

Varian Delta menurut studi bersifat mudah menular dan bisa menimbulkan angka kesakitan yang lebih besar dibanding varian lain.

Dalam penelitian terbaru yang dipublikasi di jurnal The Lancet, peneliti dari Skotlandia melihat orang yang terinfeksi varian Delta lebih mungkin dirawat di rumah sakit (RS). 

Hal ini diketahui setelah peneliti melihat data 19.543 kasus COVID-19 di Skotlandia yang 377 di antaranya dirawat di RS.

Peneliti menemukan dari 19.543 kasus positif, sebanyak 7.723 kasus spesifiknya disebabkan oleh Corona varian Delta. Sebanyak 134 orang yang terinfeksi varian Delta membutuhkan perawatan.

Ahli kesehatan publik Profesor Chris Robertson dari University of Strathclyde mengatakan, varian Delta bisa memiliki risiko menyebabkan hospitalisasi sampai dua kali lipat.

Vaksin yang tersedia saat ini masih disarankan peneliti untuk mengurangi ancaman gejala parah dari varian Delta.

"Bila Anda positif, dua dosis atau satu dosis vaksin selama 28 hari terakhir dapat mengurangi risiko Anda dirawat sampai 70 persen," kata Chris seperti dikutip dari Reuters, Selasa, 15 Juni.