COVID-19 di Jakarta Timur Menggila, Uji Coba Masuk Sekolah Dihentikan
Suasana SMP Yamas Kramat Jati, Jakarta Timur, setelah kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dihentikan Jumat/ Antara

Bagikan:

JAKARTA - Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP Yamas Kramat Jati, Jakarta Timur dihentikan. Hal ini menyusul tingginya kasus COVID-19 di wilayah tersebut.

"Kegiatan PTM sudah kami berhentikan sejak Kamis, 17 Juni, setelah mendapat surat edaran dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta bahwa sementara ini kegiatan PTM dihentikan karena kasus COVID-19 kembali meningkat," kata Kepala Sekolah SMP Yamas, Herdawati di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 18 Juni.

SMP Yamas merupakan salah satu dari sejumlah sekolah di Jakarta Timur yang terpaksa menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka akibat tingginya kasus penularan COVID-19 di wilayah tersebut.

Herdawati mengatakan sudah menyosialisasikan kepada orang tua murid soal dihentikannya kegiatan belajar mengajar sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Saat ini 90 persen guru SMP Yamas juga sudah melakukan bekerja (belajar) dari rumah atau WFH (work from home).

"Hanya kurang dari 10 persen saja yang melakukan kegiatan di sekolah dalam rangka kegiatan pengisian e-Rapot dan penerimaan peserta didik baru (PPDB), itupun dengan syarat harus mengikuti vaksin terlebih dahulu," kata Herdawati.

Dalam pencegahan kerumunan, SMP Yamas juga melakukan pembagian rapot secara daring melalui rapot elektronik e-rapot yang dapat diakses secara daring oleh orang tua murid.

Herdawati mengharapkan kasus COVID-19 di DKI Jakarta bisa segera turun agar kegiatan PTM dapat diberlakukan lagi di tahun ajaran baru mendatang.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan agar pembelajaran tatap muka di zona merah dihentikan sementara waktu seiring dengan kembali tingginya kasus positif COVID-19 di Ibu Kota.

Untuk diketahui, Provinsi dengan kasus baru terbanyak hari ini, Jumat, 18 Juni berada di DKI Jakarta dengan 4.737 kasus dan total 463.552 kasus. Disusul oleh Jawa Barat yang miliki 2.791 kasus baru dengan total 340.455 kasus. Jawa Tengah miliki 1.331 kasus baru dan total 223.076 kasus. Lalu, Jawa Timur miliki 731 kasus baru dan total 162.116 kasus.