JAKARTA -Polisi mengamankan dua pria penjual sate dari amuk warga, setelah sebelumnya diduga melecehkan empat anak remaja perempuan di Jalan Andi Mangerangi, Bongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Ada dua orang penjual sate yang diamuk massa, semalam (22/5). Setelah menerima informasi dari masyarakat ada kejadian, tim langsung ke TKP (tempat kejadian perkara) mengamankan kedua orang terduga pelaku ini," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanalate Iptu Abdul Latif saat dikonfirmasi di Makassar, Sabtu.
Dua penjual sate itu masing-masing inisial MO usai 25 tahun dan MA usia 20 tahun. Sedangkan korbannya empat anak perempuan berstatus siswi Sekolah Menengah Pertama atau SMP.
Awal kejadian, dua pelaku ini dilaporkan korbannya atas dugaan pelecehan seksual secara verbal dengan kata-kata tidak senonoh.
Mendengar laporan itu, warga mendatangi lokasi jualan mereka di Jalan Andi Mangerangi, pada Jumat (22/5) malam sekitar pukul 22.00 WITA.
Seratusan warga beserta keluarga korban korban sempat mengeroyok keduanya bahkan merusak gerobak dagangan sate hingga hancur karena tersulut emosi mendengar pelecehan tersebut.
Alasan korban sering digoda pelaku saat melintas di lokasi jualan dengan kata-kata tidak senonoh. Bahkan sebulan sebelum kejadian, terduga pelaku sempat menyampaikan pelecehan senada.
Atas serangan itu, para pelaku ini babak belur dan nyaris tewas dipukuli. Beruntung, ada orang menghalau aksi main hakim sendiri itu. Hingga tim patroli Polsek Tamalate tiba di lokasi mengamankan pelaku.
"Korban ini sering digoda begitu, lalu melapor ke keluarganya. Kurang lebih sebulan seperti itu (sering mengoda). Keluarga sudah menyampaikan kepada pelaku agar tidak seperti itu," katanya.
Keempat siswa yang selalu diganggu itu usianya sekitar 12 tahun sampai 13 tahun.
Teguran keluarga tidak digubris oleh para pelaku dan malah mengulanginya.
"Sudah ditegur, disampaikan ke pelaku ini, jangan begitu lagi sama anak-anak. Tapi sepertinya diindahkan, malah ngelunjak. Puncaknya tadi malam didatangi warga, lalu dipukuli," katanya.
BACA JUGA:
Kedua pelaku kini diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus tersebut. "Sekarang sudah di PPA Polres untuk diperiksa penyidik," katanya menambahkan.
Rekaman video viral di media sosial, menunjukkan keduanya dipukuli beramai-ramai oleh warga, gerobak dagangannya pun dihancurkan.
Petugas yang tiba di lokasi kejadian sempat kewalahan mengevakuasi keduanya karena banyaknya orang memukuli pelaku.