Bagikan:

JAKARTA - Korea Utara dilaporkan telah mengembangkan artileri swa-gerak (self-propelled howitzer) yang mampu menyerang Seoul dan wilayah ibu kota yang lebih luas, meningkatkan kekhawatiran Pyongyang sedang meningkatkan ancaman artileri jarak jauhnya.

Surat kabar resmi Partai Buruh Korut Rodong Sinmun melaporkan pada Hari Jumat, Pemimpin Korut Kim Jong-un mengunjungi pabrik amunisi utama pada Hari Rabu untuk meninjau sistem senjata baru.

Sistem tersebut termasuk artileri swa-gerak yang dilengkapi dengan meriam 155 milimeter, yang kalibernya sebanding dengan howitzer K9 Korea Selatan, tetapi dilaporkan memiliki jangkauan lebih dari 60 kilometer, sementara K9 memiliki jangkauan sekitar 40 kilometer, dikutip dari The Korea Times (8/5).

Rodong Sinmun, melaporkan Pemimpin Kim menggambarkan artileri swa-gerak 155 milimeter negara itu sebagai "senjata artileri generasi baru dengan mobilitas dan daya tembak yang sangat tinggi."

Pemimpin Kim mengatakan sistem tersebut akan dikerahkan dalam tahun ini ke tiga batalion di sepanjang perbatasan selatan.

kim jong un
Pemimpin Korut Kim Jong-un saat meninjau fasilitas produksi kendaraan tempur. (Sumber: KCNA)

Para ahli pertahanan mengatakan, jika klaim Korea Utara tentang pengembangan sistem dengan jangkauan melebihi 60 kilometer itu akurat, maka Seoul akan berada dalam jangkauan serang.

"Tampaknya Korea Utara sedang meningkatkan laras dan amunisi howitzer swa-geraknya untuk memperluas jangkauannya hingga sekitar tiga kali lipat dari versi yang ada," kata Shin Jong-woo, sekretaris jenderal Forum Pertahanan dan Keamanan Korea Selatan.

Ia merujuk pada artileri swa-gerak 152 milimeter negara itu, yang diketahui hanya memiliki jangkauan sekitar 20 kilometer.

"Versi yang lebih baru tampaknya dikembangkan menjadi artileri jarak jauh yang mampu menyerang Seoul dan wilayah metropolitan yang lebih luas," jelas Shin.

Ia juga mencatat, versi 155 milimeter akan bergabung dengan peluncur roket multi-laras 240 milimeter yang ditempatkan di garis depan, dengan mengatakan, "Jika howitzer swa-gerak baru ditempatkan di unit garis depan, Korea Utara secara efektif akan menambahkan senjata lain yang mampu menyerang wilayah metropolitan Seoul tanpa perlu mengubah posisi tembak."

Sementara itu, seorang pejabat Kepala Staf Gabungan (JCS) mengatakan JCS "memantau dengan cermat tren pengembangan senjata Korea Utara."

Pemimpin Kim menekankan, tahun ini akan "mencatat peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam perjuangan untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional negara," menurut Rodong Sinmun.

Oleh karena itu, Ia mendesak para kader untuk "mencapai keberhasilan yang signifikan setiap hari" melalui upaya intensif untuk memperkuat kesiapan militer.