Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Spanyol menganugerahi Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Palestina Francesca Albanese, salah satu penghargaan sipil tertinggi atas pekerjaannya dalam "mendokumentasikan dan mengecam pelanggaran hukum internasional di Jalur Gaza, Palestina."

Penghargaan Order of Civil Merit diserahkan langsung oleh Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez kepada Albanese dalam upacara Hari Kamis.

"Tanggung jawab publik membawa serta kewajiban moral untuk tidak berpaling," kata PM Sanchez, melansir The National (8/5).

"Merupakan suatu kehormatan untuk menganugerahi Order of Civil Merit kepada suara yang menjunjung tinggi hati nurani dunia," tandasnya.

Albanese, pengacara hak asasi manusia Italia, telah menjadi kritikus keras terhadap Israel dan perangnya di Gaza. Ia berada di Madrid untuk mempromosikan bukunya "When the World Sleeps: Stories, Words and Wounds of Palestine."

AS menjatuhkan sanksi kepada Albanese setelah ia menyerukan Mahkamah Pidana Internasional untuk menyelidiki perusahaan dan warga negara AS dan Israel yang menurutnya terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.

Tidak berhenti sampai di situ, Albanese juga diancam akan ditangkap di Jerman karena kritiknya terhadap Israel.

PM Sanchez telah menulis surat kepada Uni Eropa untuk meminta agar sanksi AS terhadap Albanese diblokir, dengan mengatakan kepada para pejabat, sanksi tersebut "merupakan preseden yang sangat mengkhawatirkan yang membahayakan kerja independen lembaga-lembaga yang penting bagi keadilan internasional".

Pemimpin sosialis Spanyol ini juga merupakan kritikus Israel yang paling vokal di Uni Eropa dan di masa lalu telah mengumpulkan negara-negara Arab dan Eropa untuk meningkatkan tekanan pada Israel agar mengakhiri perang di Gaza dan upayanya untuk mencaplok Tepi Barat yang diduduki.

Diketahui, Spanyol termasuk di antara negara-negara Eropa pertama yang mengakui negara Palestina pada tahun 2024.

Albanese juga mengunjungi Museum Reina Sofia di Madrid untuk melihat Guernica karya Picasso. Lukisan anti-perang yang terkenal itu mewakili kecaman Picasso terhadap pemboman Nazi di kota Basque pada tahun 1937.

Albanese membandingkan kehancuran dalam lukisan itu dengan tindakan Israel di Gaza.

Dia mengkritik gencatan senjata di Wilayah Kantong Palestina itu sebagai dalih "agar dunia mengalihkan perhatian dari Gaza dan melupakannya".