JAKARTA - Presiden Donald Trump mengatakan gencatan senjata Amerika Serikat dengan Iran masih berlaku, setelah kedua belah pihak terlibat saling serang pada Kamis malam waktu setempat.
"Gencatan senjata masih berlaku. Itu masih berlaku,” kata Trump kepada Rachel Scott dari ABC News dalam wawancara telepon, sambil menggambarkan serangan tersebut sebagai "hanya pukulan ringan," melansir CNN (8/5).
Diberitakan sebelumnya, militer AS melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Iran yang disebutnya bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal perang AS yang melintasi Selat Hormuz.
Setelah pernyataan yang disampaikan US CENTCOM, Presiden Trump memperingatkan "kami akan menghancurkan mereka dengan lebih keras, dan jauh lebih brutal" jika Iran tidak segera menandatangani kesepakatan.
Pernyataan Trump tersebut muncul setelah juru bicara angkatan bersenjata Iran hari ini mengklaim AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran yang sedang menuju Selat Hormuz.
Diketahui, ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
BACA JUGA:
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di selat tersebut.