JAKARTA - Israel secara sistematis menargetkan sektor pendidikan Palestina melalui kebijakan destruktif yang bertujuan untuk merampas hak siswa atas pendidikan, kata Menteri Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina Amjad Barham pada Hari Kamis.
Itu disampaikannya dalam konferensi ilmiah internasional tahunan ke-12 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ilmu Pendidikan Yordania bekerja sama dengan Universitas Yordania dengan tema "Visi dan Gagasan untuk Isu-Isu Kritis dalam Pendidikan Arab: Menuju Pendidikan Arab yang Kompetitif."
Bahram mengatakan, sebagian besar lembaga pendidikan di Gaza telah dihancurkan, sementara pelanggaran terhadap sektor pendidikan terus berlanjut di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, seperti melansir Anadolu dari WAFA (8/5).
Lebih lanjut Barham menerangkan, sekitar 85 persen bangunan universitas di Gaza telah dihancurkan oleh Israel, bersama dengan 293 dari 307 sekolah, sementara serangan terhadap lembaga pendidikan di Tepi Barat yang diduduki terus berlanjut.
Ia menggambarkan kerusakan tersebut sebagai bagian dari "kebijakan destruktif sistematis" yang bertujuan untuk membongkar proses pendidikan dan menolak akses siswa terhadap pendidikan.
Barham mengatakan, kementerian terus berupaya untuk mempertahankan layanan pendidikan meskipun menghadapi tantangan yang semakin besar.
Ia menguraikan beberapa inisiatif pembangunan yang dipimpin oleh kementerian, termasuk rencana Pendidikan untuk Pembangunan, yang berfokus pada perluasan pembelajaran terbuka, penguatan pendidikan kejuruan dan teknik, reformasi sistem sekolah menengah atas, dan dukungan terhadap penelitian ilmiah terapan.
Barham juga mengatakan, kementerian sedang berupaya memodernisasi program akademik dan kurikulum sekolah agar sejalan dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan sambil meningkatkan pelatihan staf akademik.
"Tantangannya sangat besar, tetapi tekad untuk berkembang juga sangat besar," kata Barham.
BACA JUGA:
"Kami akan melanjutkan jalur pembangunan kami yang berkontribusi pada pembangunan negara Palestina dan lembaga-lembaganya meskipun menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh pendudukan (Israel)," tandasnya.
Israel melancarkan genosida di Gaza pada 8 Oktober 2023, sebagai tanggapan atas serangan kelompok militan pimpinan Hamas sehari sebelumnya ke wilayah selatan negara itu.
Otoritas kesehatan pada Hari Kamis mengungkapkan, jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai 72.628 jiwa, sementara sekitar 172.520 orang lainnya terluka.