JAKARTA - Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan pada Hari Kamis, satu-satunya solusi untuk mengakhiri perang dengan Israel adalah gencatan senjata segera yang diikuti oleh pembicaraan langsung dengan negara tetangga tersebut.
"Satu-satunya solusi untuk situasi yang dialami Lebanon adalah melalui gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, diikuti oleh negosiasi langsung," kata Presiden Aoun kepada delegasi yang berkunjung ke istana presiden, dikutip dari Al Arabiya (10/4).
Presiden Aoun mengatakan, Ia sedang melakukan kontak intensif untuk membahas proposal tersebut, yang menurutnya mendapat perhatian "signifikan" dan "positif" dari komunitas internasional.
Komentar Presiden Aoun tersebut muncul sehari setelah Israel melancarkan pemboman paling intensif di Lebanon, menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya.
Israel melancarkan serangan ke Lebanon beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dengan Iran diumumkan. Israel mengatakan Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.
Pengeboman kembali dilakukan setelah Israel mengatakan mendukung Presiden AS Donald Trump yang memutuskan gencatan senjata, tetapi tidak termasuk di Lebanon.
Militer Israel (IDF) yang kembali melakukan serangan ke Lebanon pada 2 Maret, menggempur Lebanon pada Hari Rabu dengan dalih menargetkan kelompok Hizbullah.
"Aktivitas teroris Hizbullah memaksa IDF untuk bertindak tegas terhadapnya. IDF tidak bermaksud untuk membahayakan Anda. Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah Anda," kata juru bicara IDF Avichaya Adraee dikutip dari The Telegraph.
BACA JUGA:
Presiden Aoun mengatakan upaya internasional sedang berlangsung untuk memasukkan Lebanon dalam gencatan senjata AS-Iran, yang menurut Washington tidak akan terjadi.
Ia menegaskan kembali dukungannya untuk lembaga keamanan Lebanon, termasuk Angkatan Bersenjata Lebanon.
"Saya telah mengatakan dan mengulangi: Saya tidak akan membiarkan perselisihan internal terjadi, dan setiap orang harus memiliki kepercayaan pada negara dan kekuatan sahnya, karena tidak ada keselamatan tanpa itu," tandasnya.