JAKARTA - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada Hari Kamis, Israel akan terus menyerang Hizbullah yang didukung Iran "di mana pun diperlukan," sehari setelah serangan mematikan Israel menghantam Lebanon.
"Kami terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan, ketepatan, dan tekad," kata Netanyahu di akun X pribadinya, melansir Al Arabiya dari AFP (10/4).
"Pesan kami jelas: siapa pun yang bertindak melawan warga sipil Israel – kami akan menyerang mereka. Kami akan terus menyerang Hizbullah di mana pun diperlukan, sampai kami sepenuhnya memulihkan keamanan bagi penduduk di utara Israel," tambahnya.
Sementara itu, militer Israel mengatakan pihaknya terus melakukan operasi darat di Lebanon selatan, di mana pasukan telah memerangi Hizbullah dan mempertahankan posisi sejak awal Maret.
Dalam pernyataan terpisah, mereka mengatakan telah menyerang "dua penyeberangan utama yang digunakan oleh teroris dan komandan Hizbullah untuk pergerakan dari utara ke selatan Sungai Litani di Lebanon untuk mentransfer ribuan senjata, roket dan peluncur."
Ditambahkan, mereka telah menyerang “sekitar 10 fasilitas penyimpanan senjata, peluncur, dan pusat komando” milik kelompok bersenjata Lebanon.
Diketahui, serangan Israel menghantam Lebanon pada Hari Rabu, menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang, kata Kementerian Kesehatan Lebanon.
Kantor Perdana Menteri Lebanon mengatakan Hari Kamis menjadi "hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka dari serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil yang tidak bersalah dan tidak berdaya."
Ia memerintahkan penutupan administrasi publik dan penurunan bendera.
Beberapa jam kemudian, Hizbullah mengatakan telah menembakkan roket ke arah Israel sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran gencatan senjata Amerika Serikat-Iran, dengan beberapa kali sirene berbunyi di kawasan Israel utara sepanjang pagi.
BACA JUGA:
Sebelumnya, AS dan Iran pada Hari Rabu menyepakati gencatan senjata selama dua minggu dan negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan ribuan orang di seluruh wilayah dan menjerumuskan ekonomi global ke dalam kekacauan.