JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan menaikkan tarif mobil dan truk dari Uni Eropa menjadi 25 persen mulai pekan depan. Ia mengeklaim blok itu tidak mematuhi kesepakatan dagang dengan AS.
Menurut laporan Yonhap yang dikutip Sabtu, 2 Mei, Trump menyampaikan rencana itu lewat unggahan di Truth Social. Ia juga menegaskan, mobil yang diproduksi di AS tidak akan dikenai tarif.
“Pekan depan saya akan menaikkan tarif yang dikenakan kepada Uni Eropa untuk mobil dan truk yang masuk ke Amerika Serikat,” tulis Trump. “Tarif akan dinaikkan menjadi 25 persen.”
Berdasarkan kesepakatan dagang tahun lalu, pemerintahan Trump sebelumnya menurunkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 15 persen. Sebelum itu, mobil Eropa dikenai tarif total 27,5 persen, terdiri atas tarif khusus sektor 25 persen dan pungutan lama 2,5 persen.
BACA JUGA:
Dalam keterangan kepada pers, Trump menyebut kenaikan tarif itu bertujuan menekan Uni Eropa agar lebih cepat memindahkan produksi otomotif perusahaan-perusahaannya ke AS.
“Itu memaksa mereka memindahkan produksi pabrik jauh lebih cepat,” kata Trump, seperti dikutip Yonhap.
Trump juga mengeklaim saat ini ada pembangunan pabrik otomotif senilai lebih dari 100 miliar dolar AS di AS. Investasi itu, kata Trump, datang dari berbagai negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Kanada, dan Meksiko.
“Namun, Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan yang kami buat,” ujar Trump.
Pengumuman tarif ini menunjukkan Trump kembali menjadikan tarif sebagai tekanan dagang. Pasar AS besar, tetapi biaya masuknya bisa menjadi lebih mahal bagi produsen yang tetap memproduksi kendaraan di luar negeri.
Kebijakan itu diumumkan saat Trump juga mengkritik anggota NATO. Ia menilai mereka tidak memenuhi seruannya untuk membantu mengamankan Selat Hormuz, termasuk dengan mengirim kapal perang untuk mengawal kapal dagang.
Pada Rabu, Trump mengatakan pemerintahannya sedang “mempelajari dan meninjau” kemungkinan pengurangan pasukan AS di Jerman. Keputusan disebut akan diambil dalam “waktu singkat ke depan”.
Dalam unggahan yang sama, Trump kembali menyinggung upayanya menghidupkan industri otomotif AS. Ia menyebut banyak pabrik mobil dan truk sedang dibangun dengan investasi lebih dari 100 miliar dolar AS.
Berdasarkan kesepakatan dagang bilateral dengan AS tahun lalu, mobil Korea Selatan saat ini dikenai tarif 15 persen.