Bagikan:

JAKARTA - Korban tewas akibat serangan udara Israel ke Lebanon pada Hari Rabu terus bertambah, termasuk seratusan anak-anak, menurut otoritas setempat pada Hari Kamis, sementara upaya pencarian masih terus dilakukan.

Serangan udara Israel menewaskan 303 orang dan melukai 1.150 lainnya di seluruh Lebanon pada hari Rabu, kata Kementerian Kesehatan Lebanon, melansir Anadolu (10/4).

Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan setidaknya 110 anak-anak, perempuan, dan orang lanjut usia termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan mematikan Hari Rabu.

Lebih lanjut pernyataan itu mengatakan, upaya masih terus dilakukan untuk menemukan jenazah para korban dari bawah reruntuhan di beberapa lokasi.

Kementerian menambahkan, korban jiwa tersebut telah meningkatkan jumlah total korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret menjadi 1.888 orang, sementara 6.092 lainnya terluka.

Diberitakan sebelumnya, Israel melancarkan serangan ke Lebanon beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dengan Iran diumumkan. Israel mengatakan Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan.

Pengeboman kembali dilakukan setelah Israel mengatakan mendukung Presiden AS Donald Trump yang memutuskan gencatan senjata, tetapi tidak termasuk di Lebanon.

Militer Israel (IDF) yang kembali melakukan serangan ke Lebanon pada 2 Maret, menggempur Lebanon pada Hari Rabu dengan dalih menargetkan kelompok Hizbullah.

"Aktivitas teroris Hizbullah memaksa IDF untuk bertindak tegas terhadapnya. IDF tidak bermaksud untuk membahayakan Anda. Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah Anda," kata juru bicara IDF Avichaya Adraee dikutip dari The Telegraph.