Kabar Baik, Percepatan Vaksin COVID-19 Tembus 27 Juta Vaksinasi
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat memberikan keterangan bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 (Foto: tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Bagikan:

JAKARTA - Usaha pemerintah Indonesia untuk menjaga dan mencukupi vaksin COVID-19 hingga Senin, 31 Mei berbuah manis. Vaksinasi ini akan mencapai angka 27 juta vaksinasi. Dengan vaksinasi harian 500 ribu vaksinasi per hari.

“Alhamdulillah bulan ini kita memiliki stok yang ada di tangan sekitar 20 juta. Jadi kalau dibagi 30 hari kita mampu menyuntik sebanyak 500-650 ribu suntikan per hari,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang memberikan keterangan bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito di Kantor Presiden, Jakarta, dikutip dari Kanal YouTube Sektretariat Presiden pada Senin, 31 Mei.

Budi memberikan keterangan usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi. "Sekarang sudah ada kenaikan kasus tembus 100 ribu. Bapak Presiden sempat menanyakan tren kenaikan kasus usai liburan lebaran mencapai puncaknya kapan? Berdasarkan pengalaman empiris usai libur kasus positif akan mencapai puncaknya 5-7 minggu. Jadi kemungkinan akan adanya kenaikan kasus di akhir bulan ini," ujarnya. 

 Dengan kondisi tersebut, Budi meminta kepada seluruh kepala daerah untuk dapat bersegera mempercepat program vaksinasi di daerah mereka masing-masing. Selain itu, prioritas pemberian vaksin kepada lansia juga tetap harus dilakukan.

Menurutnya, belajar dari daerah-daerah yang mengalami kenaikan kasus cukup tinggi seperti Kabupaten Kudus di Provinsi Jawa Tengah dan di Provinsi Sumatera Selatan, kelompok warga lanjut usia (lansia) banyak yang terpapar Covid-19 dan memiliki risiko kematian yang lebih besar.

“Kalau kita bisa memprioritaskan vaksinasi ke lansia insyaallah yang masuk rumah sakit akan jauh berkurang, insyaallah yang wafat juga akan banyak berkurang,” tuturnya.

Selain itu, program vaksinasi massal yang telah dijalankan kepada para tenaga kesehatan sejak awal pelaksanaan program terbukti mampu mengurangi risiko kematian yang dahulu sempat menjadi persoalan tersendiri bagi para tenaga kesehatan dalam berjuang menangani pandemi di garis terdepan. Di Kabupaten Kudus, yang saat ini tengah mengalami lonjakan kasus, diketahui terdapat 140 tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 namun sebagian besar berstatus tanpa gejala.

“Mudah-mudahan yang terkena akan bisa lebih cepat sembuh karena antibodinya sudah terbentuk. Imbauan saya kepada masyarakat, tolong bantu teman-teman tenaga kesehatan ini yang sudah berkorban untuk kita semua dengan cara tetap berdisiplin memakai masker. Kalau kita disiplin, pengurangannya jauh sekali risiko terkenanya,” kata Menteri Kesehatan.