Baru Mulai Orasi, Demo Indomaret Dibubarkan Gegara Warga Ancol Takut COVID-19
Demo buruh (Foto: Diah Ayu/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Sejumlah massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berkumpul di depan Kantor Cabang Jakarta, PT Indomarco Prismatama, Ancol, Jakarta Utara.

Mereka berkumpul untuk menggelar aksi dengan tuntutan pihak Indomaret membayar THR tahun 2020 secara penuh dan meminta salah satu mantan pegawai Indomaret, Anwar Bessy kembali dipekerjakan.

Pukul 11.00 WIB, pendemo mulai berbaris dan membentangkan spanduk bertuliskan "Boikot Indomaret atau #bebaskanAnwarBessy". Mobil komando sudah terparkir di depan kantor Indomaret.

Sebanyak 150 personel gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP melakukan pengamanan. Apadat meminta buruh mengatur barisan dengan rapi demi menjaga kelancaran lalu lintas. 

"Kami Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, sebagaimana yang sudah kami sampaikan ke masyarakat, bahwa perjuangan kami dan pembelaan kami terhadap Anwar Bessy yang dikriminalisasi oleh pihak Indomarco. Hari ini kita melakukan unjuk rasa di kantor pusat dan di pergudangannya," kata Presiden FSPMI, Riden Hatam Aziz saat ditemui di lokasi, Kamis, 27 Mei.

Orasi baru dimulai sekitar 5 menit. Tiba-tiba, sejumlah warga setempat menghampiri massa. Mereka menolak adanya aksi unjuk rasa di lingkungan tempat tinggalnya karena khawatir terhadap penularan COVID-19.

"Kita kan lagi berperang virus COVID. Ini ujug-ujug mereka datang, orang luar, bikin kerumunan disini. Nah, ini yang kita tolak," ujar Ketua RW 01 Kelurahan Ancol Asmawar.

Asmawar mengaku tidak menyalahkan aksi buruh dalam menyuarakan tuntutan. Hanya saja, warga tak ingin ada kerumunan di tengah pandemi COVID-19. Terlebih, para pendemo belum melakukan tes COVID-19.

"Jangan berkerumun. Nanti kan jadi klaster baru. Kita enggak mau. Tanggung jawab kami terhadap lingkungan. Bubarkan aksi ini. Kalau salurkan aspirasi, salurkanlah dengan cara yang baik," lanjut dia.

Melanjutkan, Kapolsek Pademangan AKP Panji Ali Candra sepakat dengan keinginan warga Ancol yang tak mau ada kerumunan. 

Sebenarnya, kata dia, Satgas Penanganan COVID-19 setempat telah menyiapkan alat swab antigen gratis untuk para peserta aksi. Namun, pendemo lebih memilih untuk membubarkan aksi.

"Ketika ada kerumunan, Gugus Tugas COVID kita sudah menyiapkan tenaga medis maupun alat swab antigennya. Namun, dari pihak pengunjuk rasa akhirnya sepakat untuk mereka membubarkan diri secara tertib," ujar Panji. 

Setelah diadakan negosiasi sekitar 15 menit, akhirnya massa aksi membubarkan diri. Saat ini, para buruh dan aparat keamanan telah meninggalkan lokasi.