JAKARTA - Ukraina membutuhkan jaminan keamanan yang konkret, jika keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak dimungkinkan, kata diplomat tertinggi Uni Eropa.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan, blok tersebut perlu memberikan jaminan keamanan terhadap Ukraina.
"Jika hal ini (keanggotaan Ukraina di NATO) tidak menjadi pertimbangan, atau hal ini tidak mungkin, maka kita perlu melihat apa jaminan keamanan yang konkret. Mereka tidak boleh berupa dokumen atau janji, melainkan harus berupa pasukan nyata dan kemampuan nyata," jelasnya kepada wartawan menjelang pertemuan Menteri Luar Negeri UE, melansir TASS (15/12).
Lebih jauh Kallas mengatakan, "dalam 100 tahun terakhir, Rusia telah menyerang setidaknya 19 negara."
Berdasarkan hal tersebut ia mengklaim "jaminan keamanan diperlukan untuk semua anggota lain" di Uni Eropa.
Diplomat tertinggi Uni Eropa tersebut juga menyerukan peningkatan upaya untuk memberikan bantuan militer bagi Ukraina, sambil menekankan mereka telah menepati janji untuk memasok Kiev dengan 2 juta peluru artileri tahun ini, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Diberitakan sebelumnya, Ukraina bersedia mengurungkan niatnya untuk bergabung dengan NATO, asalkan mendapatkan jaminan keamanan, saat mengadakan pembicaraan selama lima jam dengan utusan Amerika Serikat di Berlin, Jerman pada Hari Minggu untuk mengakhiri perang dengan Rusia
BACA JUGA:
Selama negosiasi dengan utusan AS mengenai potensi kesepakatan perdamaian Ukraina-Rusia, Presiden Volodymyr Zelensky pada Hari Minggu menawarkan untuk membatalkan aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO, dikutip dari Reuters.
Presiden Zelensky mengatakan, jaminan keamanan dari Amerika Serikat, Eropa dan negara lain sebagai pengganti bergabung dengan NATO adalah kompromi dari Ukraina.