JAKARTA - Republik Indonesia dan Libya sepakat untuk memperkuat kerja sama dan persahabatan kedua negara, dalam Sidang Komite Bersama ke-2 pada Hari Senin di Jakarta.
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta memimpin delegasi Indonesia, sementara timpalannya Wakil Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Urusan Migrasi dan Warga Negara di Luar Negeri Emhamed Saeed Zidan memimpin delegasi Libya.
Dalam kesempatan ini, Komite Bersama telah meninjau perkembangan hubungan bilateral serta membahas langkah-langkah untuk meningkatkan dan mengembangkan kerja sama di sejumlah bidang prioritas, antara lain ekonomi dan perdagangan, koordinasi politik dan diplomatik, kesehatan, pendidikan teknis dan vokasional, serta investasi.
"Ini adalah kelanjutan dari kunjungan saa ke lIbya tiga bula yang lalu untuk menghidupkan kembali hubungan kita. Sebenarnya tidak pernah putus sama sekali. Tapi, selama masa konflik yang terjadi di sana, kita mengurangi aktivitas kedutaan di sana, termasuk kita tidak menempatkan duta besar, hanya kuasa usaha," kata Wamenlu RI Anis Matta, Senin (15/12).
"Setelah kita melihat kondisi Libya jauh lebih baik dan ada peluang untuk menemukan jalan damai untuk membangun pemerintahan bersama, kita mulai mengaktivasi kembali hubungan kita," tandas Wamenlu RI.
Dalam pernyataan bersama usai pertemuan, kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk mengaktifkan perjanjian dan nota kesepahaman yang telah ada, memperluas cakupan kerja sama bilateral, serta memperkuat komunikasi dan sinergi antara lembaga sektor publik dan swasta, guna mendukung kepentingan bersama dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan di kedua negara.
Kedua pihak menyambut baik suasana yang positif dan konstruktif selama berlangsungnya sidang Komite Bersama, serta menegaskan kembali komitmen untuk terus melakukan koordinasi dan tindak lanjut terhadap pelaksanaan hasil-hasil yang telah disepakati, sejalan dengan kuat dan eratnya hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Negara Libya.
BACA JUGA:
Pada akhir pertemuan, kedua Ketua Delegasi menandatangani Risalah Pertemuan Sidang Komisi Bersama ke-2 serta Perjanjian Pembebasan Visa bagi pemegang paspor diplomatik, dinas, dan khusus, yang bertujuan untuk meningkatkan kemudahan perjalanan bagi para pejabat kedua negara.
Kedua pihak juga melakukan paraf atas Memorandum Saling Pengertian kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri Republik Indonesia dan Persatuan Umum Kamar Dagang, Industri, dan Pertanian Negara Libya, dengan tujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.
Diketahui, Sidang Komite Bersama Indonesia - Libya terakhir kali digelar 16 tahun silam, tepatnya pada Maret 2009.