JAKARTA - Militer Swedia menginginkan rudal jelajah jarak jauh yang mampu menyerang target jauh di dalam negara lain, sebuah penangkal yang menurut Menteri Pertahanan pada Hari Selasa diperlukan untuk menyamai kemampuan jarak jauh Rusia sendiri.
Dalam laporan yang diserahkan kepada pemerintah minggu ini, Angkatan Bersenjata Swedia menyatakan mereka menginginkan sistem persenjataan dengan jangkauan hingga 2.000 km (1.243 mil) yang mampu menyerang instalasi militer dan infrastruktur penting jauh di belakang garis musuh.
"Pengalaman perang di Ukraina menunjukkan Rusia sedang giat mengembangkan kemampuan jarak jauhnya, baik dengan rudal jelajah, rudal balistik, maupun drone jarak jauh,” ujar Menteri Pertahanan Pal Jonson kepada Reuters, seperti dikutip 25 November.
"Kita harus membangun penangkal yang lebih kuat terhadap ancaman itu," tandasnya.
Untuk diketahui, jarak antara Moskow dan Stockholm sekitar 1.000 km.
Angkatan Udara Swedia telah memesan rudal jelajah Taurus Swedia-Jerman, dengan jangkauan sekitar 500 km, untuk jet tempur Gripen-nya, tetapi Menhan Jonson mengatakan sistem lain juga dapat dipertimbangkan.
BACA JUGA:
Laporan tersebut juga menyatakan, Rusia diperkirakan akan meningkatkan kapasitas militernya dalam lima tahun mendatang dan Swedia perlu meningkatkan kemampuan pertahanan udara dan intelijennya, termasuk drone dan satelit mata-mata.