JAKARTA - Pemerintah Rusia membebaskan seorang warga negara AS yang ditahan atas tuduhan kepemilikan narkoba jenis ganja.
Kalob Byers, 28, ditahan di bandara Vnukovo Moskow selama pemeriksaan bagasi pada 7 Februari, setelah petugas bea cukai menemukan selai jeruk yang mengandung ganja di bagasinya.
Juru bicara Kedutaan Besar AS menyebut pembebasan Byers oleh Moskow sebagai "sikap yang disambut baik".
Kremlin, ketika ditanya apakah pembebasan Byers menunjukkan peningkatan hubungan AS-Rusia, mengatakan perundingan di ibu kota Saudi, Riyadh, bertujuan untuk memulihkan hubungan antara Moskow dan Washington.
“Peristiwa tertentu dapat dilihat dalam konteks ini,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan dilansir Reuters, Selasa, 18 Februari.
Ibu Byers, Tonya Shuler, menulis di Facebook pada Sabtu, putranya berada dalam tahanan Amerika dan di kedutaan AS menunggu penerbangan pulang dari Rusia.
Dia menghadapi hukuman hingga sepuluh tahun penjara atas tuduhan penyelundupan narkoba.
Setidaknya 10 orang Amerika lainnya masih berada di balik jeruji besi di Rusia.
BACA JUGA:
Mereka termasuk Stephen Hubbard, warga Michigan berusia 73 tahun yang dipenjara pada Oktober selama hampir tujuh tahun atas tuduhan menjadi tentara bayaran di Ukraina.
Keluarganya membantah dia mengangkat senjata.
Ada juga Ksenia Karelina, warga negara ganda Rusia-Amerika, dijatuhi hukuman 12 tahun penjara tahun lalu karena menyumbangkan lebih dari $50 ke badan amal AS yang memberikan dukungan kemanusiaan ke Ukraina.
Hubbard dan Karelina telah ditetapkan oleh Washington sebagai “penahanan yang salah,” yang membuka jalan diplomatik untuk merundingkan pembebasan mereka.