JAKARTA - Kremlin mengatakan rencana pertukaran tahanan baru antara Rusia dan Amerika Serikat masuk dalam agenda setelah Moskow dan Washington setuju untuk mulai berupaya memulihkan hubungan.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov saat ditanya wartawan tentang kemungkinan pertukaran baru, mengatakan pembicaraan AS-Rusia pada Selasa di Riyadh berkontribusi pada pemulihan hubungan umum antara AS dan Rusia.
Setidaknya 10 orang Amerika masih berada di balik jeruji besi di Rusia, termasuk dua orang yang dianggapan sebagai “penahanan yang salah” oleh Washington.
Dilansir Reuters, Kamis, 20 Februari, Moskow membebaskan seorang warga negara Amerika, Kalob Byers, beberapa hari sebelum delegasi Rusia dan Amerika bertemu di ibu kota Saudi.
Awal bulan ini, Rusia membebaskan Marc Fogel, seorang guru sekolah AS yang menjalani hukuman 14 tahun penjara karena penyelundupan narkoba setelah tertangkap di bandara Moskow dengan membawa sejumlah kecil ganja.
Dia dibebaskan dengan imbalan Alexander Vinnik, bos kejahatan dunia maya Rusia yang mengaku bersalah melakukan pencucian uang, setelah diekstradisi dari Yunani.
Pertukaran tahanan ini terjadi setelah pertukaran tahanan yang jauh lebih besar pada Agustus lalu, yang melibatkan Amerika Serikat, Jerman, Norwegia, Slovenia, Rusia dan Belarus.
Di antara mereka yang dibebaskan pada saat itu adalah Evan Gershkovich, seorang reporter Wall Street Journal yang dipenjara di Rusia atas tuduhan spionase, yang dibantah olehnya, surat kabar tersebut, dan pemerintah AS.