JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pemerintahannya memangkas belanja yang tidak penting di kementerian. Uang hasil penghematan itu dialihkan untuk bantuan dan program yang langsung dirasakan rakyat.
Menurut laporan Malay Mail yang mengutip Bernama, Sabtu, 30 Mei, pemangkasan tidak menyentuh sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar, termasuk di Sabah.
Salah satu yang dipangkas adalah perjalanan luar negeri menteri. Perjalanan hanya dibolehkan untuk pertemuan wajib di forum internasional seperti ASEAN, BRICS, dan APEC.
“Semua kunjungan studi dan perjalanan sejenis dibatalkan di tingkat federal,” kata Anwar Ibrahim saat membuka Festival Kaamatan 2026 tingkat Sabah di Hongkod Koisaan, Penampang.
Ia memberi contoh, jumlah delegasi kunjungan resmi yang sebelumnya bisa enam orang kini dipangkas menjadi dua. Akomodasi juga diturunkan, dari Royal Suite menjadi Junior Suite.
BACA JUGA:
Program pelatihan pemerintah juga tidak lagi digelar di hotel mewah. Kegiatan itu kini diarahkan ke fasilitas milik pemerintah Malaysia.
“Kalau kita tidak bijak dan berhati-hati dalam berbelanja, negara tidak bisa diselamatkan. Uang yang kami hemat dikembalikan kepada rakyat,” ujar Anwar Ibrahim.
Anwar Ibrahim menegaskan langkah memperbaiki tata kelola dan memerangi korupsi bukan bermotif politik. Ia menyebut tujuannya memulihkan posisi keuangan negara.
Menurut Anwar Ibrahim, penghematan dan pemulihan dana membuat pemerintah dapat menyalurkan kembali 15,5 miliar ringgit Malaysia kepada rakyat melalui berbagai program, termasuk Sumbangan Tunai Rahmah dan Sumbangan Asas Rahmah.
Dana itu juga digunakan untuk memperbaiki puluhan ribu toilet sekolah dengan tambahan biaya 1 miliar ringgit Malaysia. Pemerintah juga membagikan voucher buku 100 ringgit Malaysia kepada seluruh pelajar sekolah dan mahasiswa di Malaysia.
Malay Mail melaporkan, Anwar Ibrahim juga menyinggung arah politik luar negeri Malaysia. Ia mengatakan Malaysia memilih prinsip sentralitas, bukan sekadar netralitas. Sentralitas berarti Malaysia berusaha tetap independen, tidak otomatis ikut blok tertentu, tetapi tetap bisa mengambil sikap terhadap isu global.
“Kami tidak memakai netralitas karena ada saat ketika ketidakadilan, kekerasan, dan pembunuhan terjadi di tempat lain, dan kami tidak merasa benar untuk diam,” katanya. “Sentralitas berarti independen.”
Menurut Anwar, kebijakan luar negeri yang berprinsip dan ramah investor ikut memperkuat hubungan dagang serta investasi Malaysia dengan Amerika Serikat dan China.
“Kunjungan mereka ke sini dan kunjungan kami ke negara mereka didorong semangat yang sama, demi kepentingan rakyat dan negara kami,” ujar Anwar Ibrahim.