Tak Cuma Jam Operasional, Pengusaha Juga Ingin Kapasitas Pelanggan Restoran Jadi 80 Persen di Bulan Puasa
Ilustrasi (Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal memperpanjang jam operasional restoran, kafe, mal hingga tempat publik lainnya saat bulan Ramadan tahun ini.

Hal ini disambut baik oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Namun, pelonggaran jam operasional saja tak cukup bagi mereka. Wakil Ketua Umum PHRI Emil Arifin meminta pemerintah juga melonggarkan pembatasan kapasitas pelanggan yang makan di tempat (dine in) dari 50 persen menjadi 80 persen.

"Kalau bisa, kapasitasnya sampai 80 persen. Sebab, kalau jam operasionalnya saja yang diperpanjang, sama saja bohong," kata Emil kepada VOI, Senin, 12 April.

Emil berharap pemerintah mengerti. Pendapatan pengusaha restoran, hotel, hingga mal sampai saat ini masih merugi. Harapan agar tahun 2021 sebagai masa pemulihan, ternyata masih menjadi angan.

Tahun 2020, pil pahit harus ditelan para pengusaha karena hanya mendapat keuntungan 50 persen dari masa normal. Sampai akhirnya, pada akhir tahun 2020 pendapatan mereka naik 10 persen. Tapi, dari bulan Januari hingga April 2021, keuntungan mereka mandek di angka 60 persen.

"Sebenernya kita mengharapkan 2021 sebagai tahun recovery. Ternyata dari Januari sampai April enggak juga. kuartal pertama kita flat. Kita sudah setahun lebih ini kerjanya bukan cari untung, tapi bagaimana menutup kerugian," keluhnya.

Lagipula, menurut Emil, saat ini pemerintah telah berhasil menekan laju kasus baru dari sebelumnya mencapai belasan ribu per hari dan saat ini seitar 5 ribu kasus baru per hari.

"Sekarang kita lihat, sudah setahun lebih ini pemerintah sudah tahu caranya, yaitu menerapkan PPKM mikro. Dari mulai RT, RW, lurah, camat, mereka melakukan pengendalian di daerahnya masing-masing. Ternyata itu efektif," tutur Emil.

Jika 80 persen kapasitas pelanggan terpenuhi, bagaimana dengan protokol kesehatannya? Emil mengklaim para pengusaha PHRI tetap bisa mengatur jaga jarak para pelanggan.

"Dari dulu kan kita sudah memberi batas di meja makan. Jadi, kapasitas 80 persen sepertinya bisa, lah," pungkasnya.