Setelah di Stasiun, GeNose Rencananya Digunakan di Bioskop
GeNose (DOK. ANTARA)

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut pemerintah berencana menerapkan pengujian COVID-19 lewat tiupan napas atau menggunakan alat GeNose di bioskop. GeNose sebelumnya digunakan di sejumlah stasiun kereta api di Tanah Air.

GeNose, kata Muhadjir, disediakan sebagai langkah yang dilakukan untuk menghidupkan kembali industri perfilman yang lesu akibat pandemi COVID-19. Adapun untuk teknis penerapannya, hingga saat ini masih dibicarakan dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

"Untuk pengamanan bioskop nanti akan dipasang GeNose untuk gedung-gedung bioskop. Soal teknisnya nanti masih akan dibicarakan dengan pak Menparekraf," kata Muhadjir melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu, 10 Maret.

Dengan diterapkannya pengujian menggunakan GeNose ini diharapkan penikmat film tak lagi ragu datang ke bioskop dan kembali menikmati film produksi sineas Indonesia. Apalagi, Muhadjir ingin masyarakat lebih percaya diri untuk kembali ke gedung bioskop setelah pandemi COVID-19 terjadi di Indonesia. 

"Maksud kita agar masyarakat bisa segera percaya diri, aman untuk ke gedung bioskop. Sehingga industri perfilman juga para artis, para awak perfilman juga bisa bekerja lebih aman, lebih nyaman, sehingga produksi kita bisa lebih lancar seperti sedia kala," ujarnya.

Muhadjir sudah melakukan kunjungan dan memantau langsung aktivitas pemberian vaksinasi COVID-19 untuk para lansia di wilayah DKI Jakarta. Pemberian vaksin ini juga menyasar pelaku industri film tanah air yang masuk kategori usia lanjut. 

 

Kegiatan vaksinasi itu diberikan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta (BBPK), Kampus Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pelaksanaan vaksinasi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Ada pun para pelaku industri perfilman yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah aktor Anwar Fuady, aktris Meriam Bellina dan Christine Hakim, serta produser film Raam Punjabi.

Muhadjir menjelaskan, vaksinasi bagi aktor dan aktris senior tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali industri perfilman nasional yang terhenti di masa pandemi COVID-19. Ke depan, dia juga mengatakan, pemerintah akan mengupayakan pemberian vaksin terhadap seluruh insan perfilman.

 

"Tentu saja ini tidak berhenti di sini. Karena setelah ini nanti akan kita upayakan mereka-mereka yang berusia lebih muda juga akan kita beri prioritas untuk masuk bersama tenaga-tenaga pelayan publik. Dengan begitu kita harapkan produksi film dan juga bioskop bisa segera aktif kembali," pungkasnya.