Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan, negaranya akan memberikan sekitar 180.000 peluru artileri sebagai bagian dari kontribusi terhadap inisiatif Republik Ceko untuk membeli amnusi untuk Ukraina, dengan nilai sekitar 576 juta Euro.

Kebutuhan yang paling mendesak bagi Ukraina dua tahun setelah invasi besar-besaran Rusia adalah amunisi artileri, yang semakin menipis karena pihak-pihak tersebut menggunakan tembakan meriam berat untuk mempertahankan posisi yang sebagian besar bersifat statis dan tertanam di sepanjang garis depan sepanjang 1.000 km (620 mil).

Bulan lalu, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengumumkan paket bantuan sebesar 478 juta euro untuk Ukraina, tidak termasuk dukungan untuk inisiatif amunisi Ceko.

"Nilai total dari kedua langkah dukungan tersebut adalah lebih dari satu miliar euro," kata juru bicara kementerian kepada Reuters, seperti dikutip 3 April.

Diketahui, semakin banyak negara yang ikut serta dalam inisiatif Ceko untuk mendapatkan ratusan ribu peluru dari luar Eropa untuk Ukraina.

Pemerintah Jerman, kata kementerian, akan menyumbang sekitar 40 persen dari inisiatif tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Ukraina berpotensi memeroleh lebih dari satu juta peluru artileri, seiring dengan rencana sekutu untuk membelinya di pasar dunia dan dikirim ke Kyiv untuk menghadapi invasi Rusia.

Itu berdasarkan inisiatif Republik Ceko. Sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), termasuk Jerman dan Kanada, telah menjanjikan dana untuk Ceko, setelah gagal memproduksi cukup amunisi di Eropa.

Persediaan 800.000 cangkang yang ditawarkan oleh Presiden Ceko Petr Pavel, bisa meningkat menjadi 1,5 juta setelah lebih banyak pasokan potensial teridentifikasi.

Pasukan Ukraina "membutuhkan amunisi saat ini" dan sekutunya "tidak bisa menunggu sampai perusahaan-perusahaan Eropa siap," kata Presiden Pavel, dikutip dari The National News.

"Itulah mengapa kami berusaha mendapatkan amunisi di mana pun berada, untuk mengirimkannya ke Ukraina secepat mungkin, sekaligus meningkatkan kapasitas kami sendiri," jelasnya.

Ukraina mengatakan pihaknya membutuhkan lebih banyak artileri untuk melawan persenjataan Rusia yang lebih besar dan melawan invasi yang sudah memasuk tahun ketiga.

Peluru yang ada di 'keranjang belanja' Ceko termasuk artileri 155mm yang digunakan oleh pasukan NATO dan amunisi 122mm era Soviet.