BPBD Catat 10 Kecamatan di Bekasi Masih Terendam Banjir, Tinggi Air 20-100 Meter
Banjir yang merendam permukiman warga di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip (Foto: Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) mencatat 10 kecamatan di daerah itu masih terendam banjir.

Tinggi muka air bervairasi antara 20-100 meter. Sebagian wilayah sudah mulai surut.

"Hingga hari ini terdata 84 titik banjir di 30 desa yang berada di 10 Kecamatan dengan ketinggian air maksimal satu meter berada di Kecamatan Muaragembong," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln, Cikarang, dilansir Antara, Rabu, 24 Februari. 

Tinggi muka air di Kecamatan Muaragembong berkisar 40-100 sentimeter. Kecamatan Pebayuran setinggi 30-80 sentimeter, Cabangbungin 20-80 sentimeter, Sukawangi 40-60 sentimeter, dan Kecamatan Sukatani dengan ketinggian 50-80 sentimeter.

Kemudian di Kecamatan Sukakarya dengan ketinggian muka air 50 sentimeter, Karangbahagia 30-40 sentimeter, Cikarang Timur 20-40 sentimeter, Kedungwaringin 20-40 sentimeter, serta Kecamatan Tambun Utara setinggi 20-30 sentimeter.

"Petugas sampai hari ini masih melakukan penanganan di lokasi banjir tersebut," katanya.

Dari 10 kecamatan itu, kata dia, sebanyak 13.872 keluarga yang menjadi korban banjir. Sebagian besar warga terutama di wilayah yang sudah mulai surut telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa-sisa banjir.

Pemerintah Kabupaten Bekasi terus melakukan pemetaan dampak banjir seperti pendataan rumah rusak, areal persawahan, hingga sarana dan prasarana umum yang rusak akibat musibah banjir.

"Berdasarkan informasi, untuk perbaikan tanggul jebol Sungai Citarum, pemerintah daerah berkoordinasi dengan provinsi maupun pusat karena perbaikan sesuai kewenangan," katanya.

Henri menyebut secara keseluruhan banjir di Kabupaten Bekasi tahun ini melanda 19 kecamatan atau tujuh kecamatan lebih banyak dibanding banjir tahun sebelumnya.

Selain curah hujan tinggi dan efek pembangunan, banjir tahun ini disebabkan jebolnya sejumlah tanggul penahan air di daerah aliran Sungai Citarum.

Pemerintah daerah telah melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam banjir selain juga menyiagakan posko pengungsian di 55 titik, 12 dapur umum, serta enam posko kesehatan, demikian Henri Lincoln.