Bagikan:

JAKARTA - Kepala intelijen militer Israel mengakui, pihaknya menghadapi perang yang tidak mudah selama 90 hari terakhir di berbagai front, tapi yakin tujuan operasi yang dilancarkan akan tercapai.

Berbicara pada upacara wisuda perwira intelijen, Kepala Direktorat Intelijen Militer Israel Defense Forces (IDF) mengatakan, intelijen IDF memungkinkan "serangan luas terhadap musuh-musuh kita, dari Gaza hingga Iran."

"Selama hampir 90 hari Negara Israel dan IDF terlibat perang multi-front. IDF, termasuk Direktorat Intelijen Militer, beroperasi di semua arena dan lini depan, dalam pertahanan dan penyerangan," kata Mayjen Aharon Haliva, melansir The Times of Israel 4 Januari.

"Aktivitas IDF, dalam semua dimensi pertempuran, didasarkan pada intelijen," ungkapnya.

Lebih jauh ia mengatakan, informasi intelijen yang dihasilkan direktoratnya, menyelamatkan banyak nyawa tentara Israel di medan perang. Ia pun mengakui kampanye militer yang diakui negara itu tidak mudah dan memerlukan waktu, kendati yakin akan mencapai tujuannya.

"Intelijen berkualitas tinggi dan kaya yang disediakan oleh Direktorat Intelijen Militer menyelamatkan nyawa banyak tentara setiap hari yang mempertaruhkan nyawa mereka di lapangan, dan mengakibatkan serangan luas terhadap musuh-musuh kita dari Gaza hingga Iran, di semua arena dalam menghadapi serangan musuh. tantangan yang kompleks," terang Mayjen Haliva.

"Ini bukan kampanye yang mudah. Ini akan memakan waktu. Tapi kami akan mencapai tujuan kami. Kami memiliki kekuatan, kekuatan, dan kemampuan. Dan kami memilikimu; Anda adalah aset paling berharga dan penting yang kami miliki," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia meminta seluruh anggota direktorat untuk berani bersuara, kritis, kendati tidak mengenakan, di tengah laporan perwira intelijen senior mengabaikan peringatan dari mereka yang berpangkat lebih rendah, mengenai serangan kelompok militan Hamas.

"Saya berharap Anda selalu menyuarakan pendapat profesional Anda. Di mana pun, di depan setiap eselon dan setiap pangkat. Sekalipun berbeda, kritis dan tidak menyenangkan," imbaunya.

"Kalian semua adalah generasi penerus Direktorat Intelijen. Mereka yang akan menerapkan pelajaran perang, akan menyebarkannya dan akan melakukan segalanya, sehingga kejadian seperti itu tidak akan terjadi lagi. Belajar dari kesalahan dan ingatlah untuk menjaga hal-hal baik," pesan Mayjen Haliva.