Partai Demokrat Liberal Jepang Berencana Izinkan 5 Wanita Dalam Rapat, Tapi Enggak Boleh <i>Ngomong</i>
Kantor Partai Demokrat Liberal Jepang. (Wikimedia Commons)

Bagikan:

 

JAKARTA - Ungkapan seksisme yang disampaikan oleh Presiden Komite Olimpiade Tokyo Yoshiro Mori, terus ramai diperbincangkan kendati dia sudah mundur dari jabatannya. 

Terbaru Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, mengusulkan rencana yang mengizinkan wanita hadir dalam pertemuan penting. Bahkan, mereka berencana mengizinkan lima anggota parlemen perempuan untuk hadir, namun hanya sebagai pengamat. 

Sekjen Partai Demokrat Liberal Toshihiro Nikai mengatakan, dia mendengar kritik bahwa dewan partai didominasi laki-laki. Namun menurutnya, anggota dewan dipilih.  

Namun menurutnya, penting bagi anggota perempuan partai, untuk melihat proses pengambilan keputusan partai.

“Penting untuk memahami sepenuhnya jenis diskusi yang sedang terjadi. Coba lihat, tentang apa ini,” kata Nikai pada konferensi pers seperti melansir Reuters.

Selama pertemuan, para wanita tersebut tidak dapat berbicara. Namun, mereka dapat menyampaikan pendapat secara terpisah ke kantor sekretariat, seperti dilaporkan Harian Nikkei.

Jepang sendiri berada di peringkat 121 daru 153 negara dalam Indeks Kesenjangan Gender Global 2020 Forum Ekonomi Dunia. Negeri Sakura mendapat skor buruk pada partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik perempuan.

Minggu ini, sekelompok perempuan anggota parlemen di Partai Demokrat Liberal meminta Nikai untuk meningkatkan rasio perempuan di posisi kunci di partai tersebut. Namun, batasan perempuan hanya sebagai pengamat dan tetap diam, langsung menuai kritik. 

Anggota parlemen oposisi mengejeknya sebagai fieldtrip, sementara pengguna Twitter mengatakan pandangan partai yang berpusat pada laki-laki tidak berubah sejak kontroversi Yoshiro Mori.

“Orang-orang hanya akan menempatkan wanita pada mereka sebagai semacam latihan PR,” Belinda Wheaton, seorang sosiolog budaya di Universitas Waikato, Selandia Baru.