‘Lebih Baik Bunuh Diri Daripada Dipenjara’ Kata Ayah Bejat di Tangsel Sambil Mengancam Putrinya untuk Diperkosa
MN, terduga pelaku perkosaaan terhadap anak di Tangsel/ Foto: Jehan/ VOI

Bagikan:

TANGSEL – MN (53) seorang penjual es kelapa di Tangerang Selatan, membantah telah memperkosa putrinya, FN (17) hingga hamil 8 bulan. Saat ditanya langsung oleh istri, dan warga serta disaksikan kepolisian, MN mengaku tidak melakukannya.

Kendati demikian, tudingan itu tetap dilontarkan oleh sang istri, S (39). Bahwa berdasarkan pengakuan korban, sang ayah telah memperkosanya belasan kali hingga akhirnya hamil.

Saat ditemui di rumahnya, FN pun menceritakan bagaimana kejadian awal saat sang ayah memperkosanya.

Menurut FN, sejak dia duduk dibangku SD dirinya sudah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sang ayah. Saat itu, kata FN, masih diraba-raba saja.

Namun setelah beberapa tahun kemudian, aksi bejat itu masih dilakukan ayahnya hingga FN duduk dibangku SMP.

Berdasarkan cerita korban, saat FN pulang sekolah, ayahnya tengah duduk di ruang tamu. Ibunya, yakni S (39) sedang tidak ada di rumah karena berjualan es kelapa. Rumah pun dalam keadaan sepi. Sedangkan adik korban tengah bermain keluar rumah.

“Abis itu aku disuruh bikin kopi, terus ayah bilang ‘kak sini deh, bikinin kopi’. Ya sudah, aku bikinin,” kata FN saat ditemui di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa, 28 November.

Saat dirinya tengah membuat kopi, ayahnya langsung mengunci pintu rumahnya kemudian menghampirinya dan mengajak untuk ke dalam kamar.

“Terus ayah langsung nyamperin aku. Tangan ayah, dann tangan aku, terus aku bilang ‘yah mau ngapain. Kata ayah ‘sudah kamu ikut aja,” kata FN.

“Aku sudah bilang ngapain sih yah. Kata ayah “Sudah kalau kamu engga ikutin perintah ayah, ayah engga bakal kasih uang makan dan uang jajan sekolah,” sambungnya.

Setelah kejadian itu, ayahnya terus mengajak untuk berhubungan badan dengan ancaman yang berbeda-beda. Seperti menampar dan memukul apabila korban menolak ajakannya.

Masih penuturan FN, ayahnya mengancam akan menabrakan diri ke kereta api, apabila melapor ke ibunya atau orang lain, yang akhirnya dilaporkan ke polisi.

“Iya bunuh diri, dia (ayah) lebih baik bunuh diri daripada dipenjara. Karena setiap hari ayah selalu bilang begitu,” ungkap FN.

Oleh sebab itu, FN terpaksa menuruti hawa nafsu ayahnya. Hingga akhirnya FN hamil 8 bulan saat ini.

Terduga memperkosa anaknya disaat adik-adiknya tidak ada di rumah, dan ibunya tengah berjualan es kelapa. Hingga saat ini, FN mengaku sudah 18 kali diperkosa ayahnya.

“18 kali. Kondisinya sepi, karena engga berani juga (jika ramai). Misalnya adik aku pulang, terus dia pergi main. Setelah ayah melakukan itu. Terus kenapa rumah keadaan sepi, karena ibu kan keadaan kerja jualan es kelapa dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam,” ucapnya.