Bagikan:

JAKARTA - Krisis air bersih masih melanda kawasan RT 02/14, Kelurahan Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Krisis air yang dialami warga adalah dampak dari berhentinya pasokan aliran air pam ke area permukiman warga di RT 02/14, Kelurahan Cililitan.

Berdasarkan keterangan Mentari, salah satu warga RT 02/14 Kelurahan Cililitan, krisis air bersih yang dialami warga sudah terjadi selama 1 bulan lalu. Meski warga sudah melapor ke kantor PDAM namun tidak ada tindaklanjut dari pihak penyedia jasa air baku itu

"Sudah 1 bulan lebih (air mati), sebagian warga sudah sempat melapor ke kantor. Tanggapannya katanya ada kebocoran, lagi dicari cuma sampai sekarang 1 bulan ini tidak ada kepastian. Masih begini-gini saja, airnya mati," keluh Mentari kepada wartawan di lokasi, Senin, 27 November.

Mentari dan warga lainnya berharap, kerusakan yang disebutkan pihak perusahaan air baku dapat segera diperbaiki dalam waktu singkat. Pasalnya, warga sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan makan, minum, mandi dan mencuci.

"Harapannya air lancar tiap hari, air nyala. Cepat ditangani, kita banyak ibu rumah tangga dan anak-anak sekolah. Hampir semuanya (warga RT 02/14) yang mati (air) pam," ujarnya.

Namun terkadang, pasokan air baku dari saluran pam hanya dapat berfungsi pada pagi hari. Itupun, sambung Mentari, terdapat durasi air pam menyala.

"Airnya nyala pagi doang, itupun kecil. Nyala jam 8 sampai jam 9 itu mati lagi. Nyala nya besok lagi," katanya.

Meski mengalami krisis air bersih, namun Mentari mengaku belum adanya bantuan penyaluran air bersih ke permukiman warga di wilayahnya.

"Belum ada bantuan air. Kalau habis ya sudah gak mandi. Paling (nunggu) air hujan," ucapnya.