Bagikan:

CIANJUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sekitar 1.700 penyintas gempa magnitudo (M) 5.6 di sejumlah kecamatan di Cianjur masih tinggal di dalam tenda dan hunian darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur, Asep Sukma Wijaya mengatakan, para korban itu menunggu pencairan dana stimulan tahap IV dan relokasi. Hal itu lantaran saat pendataan pada tahap I, II dan III, mengajukan perubahan.

"Sehingga data mereka baru masuk sebagai penerima bantuan stimulan tahap IV karena gempa susulan yang kerap terjadi membuat kerusakan rumah yang semula ringan menjadi sedang atau dari sedang menjadi berat," katanya di Cianjur, Jawa Barat, Selasa 21 November, disitat Antara.

Sebagian besar penyintas gempa yang sudah satu tahun tinggal di dalam tenda dan hunian darurat, masih menunggu bantuan dari pemerintah pusat yang diharapkan dapat cair di akhir tahun, sedangkan sekitar 190 orang lainnya menunggu pembangunan rumah relokasi tahap III tuntas.

Mereka yang masih bertahan di dalam tenda dan hunian darurat itu, ungkap Asep, tersebar di sejumlah kecamatan, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Cugenang, Cianjur dan Warungkodang, sehingga pihaknya menargetkan tahun depan seluruh penyintas sudah kembali ke rumah.

"Progres penyaluran dana stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana gempa bumi per tanggal 8 September 2023, sudah diterima sekitar 60.749 kepala keluarga dari data total rumah rusak sebanyak 83.747 unit," katanya.

Jumlah tersebut, kata dia, terbagi menjadi tiga tahap penyaluran 8.316 KK di tahap satu, 14.028 KK di tahap dua, dan 38.402 KK penerima di tahap tiga dengan dana stimulan yang sudah disalurkan ke rekening penerima bantuan mencapai Rp1.622.655.000.000.

“Untuk ditahap satu progres pencairan sudah 96,4 persen atau sudah ada 8.023 KK yang menerima, tahap II sudah 13.357 KK melakukan pencairan atau 95,2 persen, dan tahap ketiga pencairan-nya sudah sampai 98,7 persen atau ada total 36.096 KK,” katanya.

Sementara penyintas gempa yang masih tinggal dalam hunian darurat di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, berharap dapat segera tinggal di dalam rumah layaknya sebelum gempa, meski harus pindah ke wilayah lain atau rumah relokasi yang hingga saat ini masih dibangun.

"Kami berharap dapat segera mengisi rumah relokasi tahap III di Kecamatan Cianjur seperti penyintas gempa yang sudah lebih dulu pindah. Kami tidak punya pilihan karena kampung kami masuk dalam zona merah patahan Cugenang, sudah satu tahun kami masih menunggu," kata penyintas gempa Imas (52).