Penjara Bersejarah di Jepang Ini akan Diubah Menjadi Hotel Mewah yang Mulai Beroperasional Tahun 2026
Nara Juvenile Prison, Jepang. (Wikimedia Commons/663highland)

Bagikan:

JAKARTA - Sebuah operator resor Jepang mengatakan akan mengubah bekas penjara bersejarah di Kota Nara, Jepang barat, menjadi hotel mewah yang akan dibuka pada musim semi 2026.

Meskipun para tamu akan memiliki kesempatan untuk menghargai kekayaan sejarah fasilitas yang berasal dari awal abad ke-20, Hoshino Resorts Inc. memastikan mereka tidak harus menanggung kondisi terbatas yang dialami oleh para penghuninya, karena beberapa sel digabungkan untuk membangun 48 kamar tamu.

Operator resor menjanjikan "pengalaman menginap yang luar biasa" di bangunan bata merah ikonik bekas penjara dengan interior yang telah direnovasi, dikutip dari Kyodo News 25 Oktober.

Itu berarti kamar-kamar akan mempertahankan beberapa fitur kuno, termasuk menjaga jendela dinding yang ditempatkan pada ketinggian untuk mencegah pelarian dari penjara ketika itu.

Hotel baru, yang akan bernama Hoshinoya Nara Prison, sebelumnya dijadwalkan untuk dibuka pada musim panas 2024 ini. Namun, jadwal tersebut diundur karena beberapa faktor seperti perlunya survei ketahanan terhadap gempa.

Situs ini terletak di dekat Taman Nara, yang merupakan rumah bagi tempat-tempat wisata, termasuk banyak rusa dan kompleks kuil Todai-ji.

Penjara Nara, yang selesai dibangun pada tahun 1908, merupakan bukti langka atas upaya Pemerintah Meiji dalam menampilkan modernisasi fasilitas kurungan di Jepang pada era tersebut.

Gerbang utama bergaya Romawi memiliki pintu masuk melengkung dan menara silinder di kedua sisinya. Bekas pusat penahanan ini juga dilengkapi Sistem Haviland, di mana sebuah rumah jaga pusat mengawasi sel yang terbagi dalam beberapa blok.

Pada masa kejayaannya, penjara tersebut menampung 935 narapidana, jauh melebihi kapasitasnya yang hanya 650 orang, menurut sebuah situs web yang mencatat perjalanan penjara tersebut.

Bangunan ini sempat digunakan sebagai penjara remaja setelah berakhirnya Perang Dunia II dan ditutup pada tahun 2017 seiring bertambahnya usia. Kemudian, bangunan itu ditetapkan sebagai kekayaan budaya yang penting secara nasional pada tahun yang sama.

Diketahui, karena pentingnya sejarah penjara, ada rencana untuk membangun museum yang dapat diakses oleh pengunjung harian di lokasi di mana hotel akan dibangun.