Jadi Juru Nego Hubungan Israel-Negara Arab, Menantu Trump Jared Kushner Masuk Nominasi Nobel Perdamaian
Mantan penasihat senior Gedung Putih yang juga menantu Donald Trump, Jared Kushner (Wikimedia Commons)

Bagikan:

JAKARTA - Mantan penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner dan wakilnya, Avi Berkowitz, dinominasikan untuk menerima Penghargaan Nobel Perdamaian. Nominasi tersebut diberikan atas peran mereka dalam menegosiasikan empat kesepakatan normalisasi antara Israel dan negara-negara Arab yang dikenal sebagai 'Perjanjian Abraham.'

Mengutip Reuters, Senin 1 Februari 2021, yang menominasikan pasangan mantan deputi untuk mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump adalah pengacara Alan Dershowitz. Ia memenuhi syarat untuk melakukannya dalam kapasitasnya sebagai profesor emeritus di Harvard Law School.

Kushner, yang merupakan menantu Trump, dan Berkowitz, yang merupakan utusan Timur Tengah, adalah tokoh kunci dalam merundingkan kesepakatan antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Kesepakatan itu diumumkan dalam rentang empat bulan antara pertengahan Agustus dan pertengahan Desember 2020. Kesepakatan tersebut merupakan terobosan diplomatik paling signifikan di Timur Tengah dalam 25 tahun ketika kawasan itu bersiap untuk konfrontasi berkepanjangan dengan Iran.

Kushner mengatakan dalam sebuah pernyataan, dirinya merasa terhormat dinominasikan untuk penghargaan tersebut, yang akan diberikan pada Oktober 2021.

Sementara itu, Pemerintahan Presiden Joe Biden diharapkan untuk meninjau semua kesepakatan keamanan nasional yang dicapai selama pemerintahan Trump. Hal tersebut termasuk penjualan senjata untuk UEA dan Arab Saudi.

UEA dan Bahrain menjadi negara Arab pertama dalam seperempat abad yang melanggar hal tabu, yaitu menjalin hubungan dengan Israel. UEA dan Bahrain memiliki alasan sama dalam tujuan normalisasi hubungan dengan Israel, yaitu sama-sama ingin melawan Iran.

Saat itu Trump yang menjadi tuan rumah upacara penandatanganan bersama Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menandatangani perjanjian dengan Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif Al Zayani.

Trump percaya negara Teluk Arab lainnya akan segera normalisasi hubungan dengan Israel, Trump saat itu percaya diri negara selanjutnya adalah Arab Saudi. Ia yakin Arab Saudi mencapai kesepakatan dengan Israel "pada waktu yang tepat." 

Sementara itu, ada beberapa keluhan dari anggota parlemen tentang kesepakatan AS dengan Maroko. AS mengakui kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara Barat yang masih disengketakan. Pengakuan tersebut berarti pengabaian pernyataan kemerdekaan yang sudah berlangsung lama dari penduduk setempat. Mereka menyebut pemerintah Maroko tak adil dan kerap melakukan aksi kekerasan.

"Terobosan SEJARAH lainnya hari ini! Dua sahabat BESAR kita, Israel dan Kerajaan Maroko, telah menyetujui hubungan diplomatik penuh sebuah terobosan besar untuk perdamaian di Timur Tengah!" kata Trump lewat akun Twitter-nya saat itu. 

Trump meninggalkan jabatannya pada 20 Januari di bawah awan kontroversi, berpotensi memengaruhi apakah Kushner akan dianugerahi Penghargaan Nobel.