Telusuri Jejak Virus Corona, Tim WHO Kunjungi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Hubei Hari Ini
Tim WHO di Wuhan, China. (Sumber: Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Tim ahli yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan melanjutkan penelitiannya, untuk menelusuri jejak virus corona. Hari ini, tim akan mengunjungi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Provinsi Hubei, China.

WHO yang menaruh eksektasi besar dalam penelian ini mengatakan, tim akan dibatasi pada kunjungan yang diselenggarakan oleh Pemerintah China, seperti melansir Reuters. Mereka juga tidak akan menjalin kontak langsung dengan anggota komite, terkait dengan pembatasan kesehatan. 

Sebelumnya, tim ini berangkat ke China untuk meneliti asal-usul virus corona. Sempat mendapatkan beberapa rintangan serta karantina selama dua minggu yang menyebabkan kegiatan mereka tertahan. Mulai Jumat pekan lalu, tim melakukan kunjungan lapangan.

Diketahui, tim telah melakukan beberapa kunjungan sejak Jumat lalu. Yakni bertemu dengan ilmuwan China, mengunjungi rumah sakit yang menjadi fasilitas pertama yang merawat pasien COVID-19, hingga kunjungan Pasar di Huanan, pusat grosir yang grosir makanan laut yang disebut jadi sumber virus corona di Wuhan. 

"Kunjungan lokasi pertama yang sangat penting. Kami berada di rumah sakit yang merawat beberapa kasus COVID-19 yang pertama diketahui, bertemu dengan dokter dan staf sesungguhnya yang melakukan pekerjaan ini, melakukan diskusi terbuka tentang detail pekerjaan mereka," tulis seorang anggota tim WHO, Peter Daszak, di Twitter, dikutip Jumat, 29 Januari.

Sementara, Pasar Huanan masih diyakini para ahli memiliki peran dalam pelacakan asal mula virus, karena klaster pertama kasus COVID-19 terdeteksi di lokasi tersebut. 

Sejumlah diplomat China dan media pemerintah mengatakan bahwa mereka yakin pasar itu bukanlah sumber virus corona. Mereka juga mendukung teori bahwa virus tersebut bisa saja berasal dari negara lain.

Akses bagi masyarakat ke pasar itu --yang kini dijaga ketat oleh petugas-- sangat dibatasi sejak pasar ditutup awal tahun lalu. Sebelumnya, pasar yang menjual berbagai macam daging, makanan laut, dan sayuran itu ramai dikunjungi.