Induk SCTV, Indosiar, serta Investor Bukalapak Ini Bakal Lakukan Pemecahan Nominal Saham
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) berencana melakukan aksi korporasi yakni stock split alias pemecahan nilai nominal saham alias. Perusahaan yang merupakan induk stasiun televisi SCTV dan salah satu investor raksasa e-commerce Bukalapak ini akan meminta restu pemegang saham dalam waktu dekat ini.

Dikutip dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten berkode saham EMTK itu memanggil para pemegang sahamnya untuk hadir dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Senin 14 Desember 2020, terkait aksi perusahaan induk dari stasiun televisi Indosiar tersebut.

"Agenda Rapat: persetujuan atas rencana perubahan nilai nominal saham perseroan (stock split) dan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan terkait modal dasar, modal disetor dan modal ditempatkan," demikian tertulis dalam keterbukaan informasi tersebut, seperti dikutip VOI, Senin 23 November.

Meski demikian, rasio pemecahan nilai nominal sahamnya belum diketahui. Harga saham EMTK pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat 22 November berada di level Rp8.350 per saham.

Tiga bulan belakangan, saham perusahaan milik konglomerat Eddy Sariaatmadja ini telah naik 63,73 persen. Adapun jika ditarik sepanjang tahun berjalan, saham EMTK menguat 49,81 persen.

Per 31 Oktober 2020, pemegang saham dengan porsi terbesar masih ditempati oleh Eddy Sariaatmadja yakni 24,90 persen, diikuti oleh Susanto Suwarto 12,60 persen,dan  PT Adikarsa Sarana 11,50 persen. Selanjutnya Piet Yaury 8,80 persen, PT Prima Visualindo 8,2 persen, The Northern Trust Company 8,10 persen, Fofo Sariaatmadja 5,40 persen.

Sementara saham yang dimiliki publik ada sebesar 18,00 persen. Adapun saham treasury hasil buyback perseroan ada 2,50 persen.

Sebagai informasi, aksi stock split yang dilakukan sebuah emiten biasanya bahwa mereka melihat valuasi harga saham sudah besar atau mahal sehingga perdagangan saham menjadi terbatas. Dengan adanya stock split, maka diharapkan yang belanja saham jadi banyak, dan saham akan kembali likuid di pasar.

Emtek sendiri melantai di BEI pada tahun 2010. Saat itu, harga saham EMTK pada awal melantai di bursa adalah Rp720 per lembar saham.