Bagikan:

JAKARTA - Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno menilai Pemprov DKI belum bisa menata jalur sepeda dengan baik, meski mendapatkan penghargaan Suistainable Transport Award (STA) 2021. 

"Jalur sepeda masih perlu dipastikan faktor keamanan dan kenyamanannya bagi pengguna sepeda. Sekarang, jalur sepeda tidak berkeselamatan, ini masih menjadi pekerjaan rumah DKI Jakarta yang belum selesai," kata Djoko dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 November.

Kemudian, Djoko menilai ojek online yang menunggu penumpang masih semrawut. Trotoar yang sudah direvitalisasi masih ditempati oleh pedagang kaki lima (PKL).

"Contoh di kawasan Tanah Abang. Kendati sudah dibuatkan lahan berdagang pengganti, namun kesemrawutan di trotoar yag dipenuhi PKL tersebut sulit ditertibkan seperti sedia kala," ungkap Djoko.

Selain masalah jalur sepeda, Djoko mempertanyakan kejelasan recana jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP). ERP telah digagas sejak gubernur periode lalu. Namun, sampai sekarang program tersebut belum terwujud.

Padahal, hal tersebut bisa menggantikan sistem ganjil-genap. Karena menurutnya, ganjil-genap kurang memberikan kontribusi mengatasi kemacetan lalu lintas di jalan.

"Ganjil-genap membuat warga cenderung membeli kendaraan bermotor yang berbeda pelat nomor kendaraan. Juga ada upaya pemalsuan plat nomor kendaraan bermotor bagi yang belum sanggup membeli kendaraan bermotor," tutur dia.

Sebelumnya, Anies menyebut Jakarta mendapat penghargaan STA 2021. Penghargaan tahunan ini diberikan kepada kota yang telah menunjukkan komitmen, kemauan politik, serta visi dalam bidang transportasi berkelanjutan dan pembangunan perkotaan.

"Saya turut berbangga dengan pencapaian Jakarta dalam peningkatan inovasi transportasi terintegrasi. Ini adalah pengingat bahwa kami harus terus berupaya meningkatkan layanan transportasi yang sudah ada, sehingga kenyamanan warga dalam bertransportasi terjamin," tutur Anies.

Dalam setahun terakhir, kata Anies, jajaran Pemprov DKI Jakarta, BUMD, dan para pemangku kepentingan transportasi Jakarta berhasil menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan mutu transportasi di Jakarta. 

Di antaranya, perluasan jalur dan penambahan fasilitas sepeda, revitalisasi halte dan trotoar, penataan fasilitas pejalan kaki di kampung-kampung, dan integrasi berbagai moda transportasi publik. 

"STA 2021 ini adalah kemenangan warga Jakarta, tak lepas dari kolaborasi dengan warga, pegiat transportasi untuk desain wayfinding, inovasi bus listrik, dan mikrotrans AC," ucap Anies.