Bagikan:

JAKARTA - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisah Putri Budiarti menilai partai besutan Amien Rais ini sengaja mengambil momentum saat kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. 

Sebab, kepulangan ini menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dari banyak pihak, termasuk media. Sehingga, meluncurkan logo bertepatan dengan momentum Rizieq tiba di Tanah Air dianggap menjadi langkah untuk mencuri atensi.

"Mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk menarik perhatian publik luas karena kepulangan Rizieq Shihab pasti mendapat atensi baik dari publik maupun media, karena kontrovensi di belakangnya. Mengumumkan logo pada momen ini akan mencuri atensi dan hal tersebut penting bagi partai yang baru dibentuk," kata Putri saat dihubungi VOI, Rabu, 11 November.

Selain memanfaatkan momen, peluncuran logo ini dapat diartikan bahwa Partai Ummat sedang memperluas kelompok pendukung mereka. Salah satunya, adalah berupaya mendekati massa pendukung Rizieq Shihab yang dianggap sebagai target potensial.

Hal ini, kata Putri, tercermin dari pernyataan salah satu loyalis Amien Rais yang mengatakan lambang partai ini berkaitan dengan perjuangan Rizieq.

"Sehingga tampak ada upaya untuk menarik perhatian dukungan dari kelompok loyalis," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menganggap wajar upaya Partai Ummat memanfaatkan momentum kedatangan Rizieq untuk mendapat perhatian publik. katanya, upaya ini dilakukan untuk mendekati kelompok massa pendukung Rizieq Shihab.

"Jadi ini cara mendekati dan menggaet," katanya.

Diketahui, Partai Ummat akhirnya secara resmi meluncurkan logo mereka yang berbentuk perisai tauhid. Peluncuran ini dilakukan lewat sebuah video di akun YouTube milik Amien Rais.

"Setelah bermusyawarah panjang, kami akhirnya memutuskan bahwa logo Partai Ummat adalah perisai tauhid," kata Amien seperti dikutip dari video yang diunggah pada Selasa, 10 November.

Dilihat VOI, lambang partai ini di dominasi warna hitam sebagai dasar dan warna kuning untuk garis perisai, bintang, dan tulisan Partai Ummat. 

"Di dada burung garuda Pancasila bintang adalah simbol Ketuhanan Yang Maha Esa," ungkap mantan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Selanjutnya, dia menjelaskan, perisai tauhid dipilih karena mempunyai sejumlah makna. Pertama, supaya partai ini ke depan memberikan manfaat bagi bangsa selama berdiri.

Kedua, kata dia, kalimat tauhid merupakan kalimat pembebasan umat manusia dari belenggu penghambaan sesama manusia menjadi penyembahan kepada Allah semata. 

"Itulah sebabnya motto perjuangan Partai Ummat adalah melawan kezaliman dan menegakkan keadilan," tegasnya.

Sebelum diluncurkan, loyalis Amien Rais, Agung Mozin membenarkan jika Partai Ummat mengambil momentum saat Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. 

Hanya saja, hal ini tidak dilakukan untuk mendongkrak pendukung melainkan karena partai ini menyambut kepulangan Rizieq karena punya dasar perjuangan yang sama.

"Logo ini kita hadirkan dalam rangka menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab. Karena logo kita, desain logo kita, warna logo kita itu sengaja kita hadirkan besok untuk menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab karena logo kita sama dan sebangun dengan apa yang diperjuangkan beliau," kata Agung saat dihubungi VOI, Senin, 9 Desember.

Meski begitu, dirinya membantah jika Rizieq nantinya akan berperan serta dalam partai besutan Amien Rais tersebut. Agung menilai Rizieq Shihab tak akan mungkin berpartai. 

"Beliau enggak akan mungkin berpartai jadi enggak akan masuk," tegasnya.