Bagikan:

JAKARTA - BUMN konstruksi, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) terus berupaya melakukan pengembangan kapasitas dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). PTPP menyadari bahwa pengembangan talenta merupakan salah satu kunci penting untuk dapat bersaing di tengah situasi VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous) yang dihadapi dunia bisnis saat ini.

Kondisi tersebut, bisa dilihat dalam bentuk disrupsi teknologi, tingkat persaingan yang tinggi, dan ketidakpastian lainnya, seperti pandemi COVID-19. Dalam hal pengembangan talenta, PTPP mengembangkan strategi pengelolaan SDM yang berfokus pada peningkatan critical core competency dan peningkatan human capital readiness.

Untuk meningkatkan penguasaan critical core competency, PTPP telah menjalankan berbagai program, antara lain melakukan review kamus kompetensi sesuai dengan tuntutan kompetensi saat ini, melakukan review dan development kurikulum jabatan untuk seluruh personel, dan melaksanakan formal training melalui PP University.

"PTPP telah mengembangkan pula program-program pengembangan terpadu, mulai dari pegawai bergabung (new joiner) hingga pegawai memasuki masa pensiun (pre-retirement). Knowledge management di perseroan juga semakin ditingkatkan melalui berbagai aktivitas knowledge sharing, antara lainp project sharing (pro-share) dan executive exploration (ex-plore), community of practices (CoP), dan ajang penghargaan PP Awards," ujar Corporate Secretary PTPP, Yuyus Djuarsa di Jakarta, Selasa 3 November.

Ia melanjutkan, untuk meningkatkan human capital readiness dan memenuhi kebutuhan personil kunci dalam mengikuti pertumbuhan perusahaan, PTPP menyiapkan sistem kaderisasi bagi setiap posisi jabatan strategis dari jalur karier di bawahnya.

"Untuk menciptakan SDM Unggul, perseroan menjalankan proses kerja yang berfokus pada pencarian bibit unggul sejak proses rekrutmen yang dilanjutkan dengan program pengembangan terstruktur sampai dengan menempati suatu jabatan strategis di perusahaan," jelas Yuyus.

Untuk mempersiapkan talenta menduduki jabatan manajerial dan struktural, PTPP juga meningkatkan kompetensi korporat melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan sekolah bisnis, antara lain Universitas Diponegoro, Prasetiya Mulya Business School, PPM Manajemen, dan IPMI International Business School.

Melalui program Certified Business Management, pegawai yang masuk dalam talent pool, mengikuti serangkaian modul strategis dan bisnis serta mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Queensland University. Salah satu lulusan program CBM-Quensland University Program saat ini telah menempati jabatan strategis sebagai salah satu Direktur Anak Perusahaan PTPP.

Selain itu, PTPP juga mengirimkan generasi muda yang berpotensial untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai negara, seperti United Kingdom (University of Birmingham, King College University, University of Glasgow, New Castle University, Bournemouth University, Loughborough University), Boston (ADL International), Australia (Griffith University, Macquarie University, University of Technology, UNSW, University of Melbourne, Royal Melbourne, Institute of Technology, UQ Business School, Holmesglen Institute of TAFE), Northern Ireland (Queen's University Belfast), Belanda HAN (Hogeschool van Arnhem en Nigmegen), dan sebagainya.

"Lulusan universitas tersebut saat ini juga telah menempati berbagai posisi jabatan strategis di PTPP," ungkap Yuyus.

Seluruh proses pengelolaan Human Capital di PTPP telah dilakukan dengan optimalisasi teknologi, salah satunya Human Capital Integrated System (HCIS) berbasis SAP Successfactors bertajuk SiaPP (Social, Integration, Asset, Personal Participation).

"Selain itu, perseroan telah memiliki portal Knowledge Center dan saat ini sedang dalam proses pengembangan platform Learning Management System (LMS)," tuturnya.

Lebih lanjut Yuyus menambahkan, sebagai perusahaan BUMN, PTPP selalu menjembatani kebutuhan talent perusahaan dengan tuntutan talent dari Kementerian BUMN. Oleh karena itu, kompetensi yang disusun oleh perseroan selalu mengadaptasi kompetensi yang menjadi tuntutan dari Kementerian BUMN.

Hal ini menurutnya, dimaksudkan agar kaderisasi talent untuk level ke bawah sudah lebih siap untuk menduduki posisi jabatan selanjutnya serta inline atau sejalan dengan tuntutan dari Kementerian BUMN. Tidak berhenti di situ saja, perseroan juga membentuk Komite Asesor Internal yang beranggotakan karyawan dari level Supervisor, Manager, dan Kepala Divisi.

"Pembentukan ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pengelolaan SDM dan memberikan keterampilan bagi asesor yang telah ditunjuk dalam mengidentifikasi kompetensi para talent," jelas Yuyus.