Pertahanan Udaranya Tidak Efektif, Kapal AL Rusia untuk Pertama Kalinya Dihantam Rudal Harpoon Ukraina di Laut Hitam
Ilustrasi rudal Harpoon milik Denmark. (Wikimedia Commons/Marinens Biblioteks Arkiv)

Bagikan:


JAKARTA - Militer Ukraina mengatakan pasukannya menyerang kapal tunda Angkatan Laut Rusia dengan dua rudal harpoon di Laut Hitam, menandakan kali pertama kapal perang Moskow diserang dengan senjtara anti-kapal yang dipasok Barat.

Kapal tunda, yang diidentifikasi sebagai Vasiliy Bekh oleh Gubernur Wilayah Odesa, telah mengangkut tentara, senjata dan amunisi ke Pulau Zmiinyi (Ular) yang diduduki Rusia di Laut Hitam, kata Angkatan Laut Ukraina.

Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia tidak segera menanggapi permintaan komentar tertulis.

"Selama perang skala penuh di Laut Hitam, (rudal anti-kapal) digunakan dua kali, pertama Neptunus (buatan Ukraina), dan hari ini, 17 Juni, Harpoon. Kedua penggunaannya berhasil. Pada saat yang sama, pertahanan udara kapal-kapal Rusia terbukti sama sekali tidak efektif," kata Direktorat Komunikasi Strategis Angkatan Bersenjata, melansir Reuters 17 Juni.

Militer Ukraina menerbitkan video yang dikatakan sebagai dua rudal Harpoon yang mengenai kapal di aplikasi Telegram. Reuters tidak dapat memverifikasi rekaman secara independen.

Rudal Harpoon adalah salah satu dari berbagai persenjataan asing yang dikirim oleh sekutu Barat ke Ukraina, untuk membantunya menangkis invasi Rusia pada 24 Februari.

Menteri pertahanan Ukraina mengatakan bulan lalu, Ukraina telah mulai menerima rudal Harpoon dari Denmark, pengiriman yang katanya merupakan hasil kerja sama antara beberapa negara.

Rudal anti-kapal Harpoon menggunakan radar homing aktif dan terbang tepat di atas air untuk menghindari pertahanan. Hal ini dapat diluncurkan dari kapal, kapal selam, pesawat atau baterai pertahanan pantai.

Sementara itu, Komando Angkatan Laut Ukraina mengatakan, kapal tunda Rusia memiliki sistem rudal anti-udara TOR.

Diketahui, Armada Laut Hitam Rusia mendominasi di Laut Hitam dan Moskow telah menggunakan supremasi lautnya untuk memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan Ukraina, menghambat ekspor biji-bijian penting.

Sementara, Pulau Ular terletak sekitar 140 km selatan Odesa, pusat pelabuhan utama Ukraina untuk mengekspor gandum melalui Laut Hitam. Perairan di sepanjang garis pantai sekarang banyak ditambang.