Tes Spesimen di Indonesia Kurang 17,49 Persen dari Target WHO dan Belum Merata
Juru Bicara Satgas COVID-19 Widu Adisasmito (Foto: dok BNPB)

Bagikan:

JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut upaya pemeriksaan spesimen dan tes PCR COVID-19 di Indonesia terus meningkat. 

Wiku bilang, setelah delapan bulan pandemi, tes COVID-19 telah mencapai 82,51 persen dari target WHO. Artinya, Indonesia tinggal menjangakau 17,49 persen dari target. WHO menargetkan 1 per 1.000 penduduk tiap minggu.

"Perkembangan pemeriksaan COVID-19 di Indonesia ini terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Di minggu ketiga Oktober ini, kita telah berhasil mencapai 82,51 persen dari target WHO," tutur Wiku dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 22 Oktober.

Wiku menyebut pencapaian 82,51 persen dari target WHO merupakan prestasi yang baik. Sebab, pada bulan Juni, Indonesia hanya mampu melakukan tes sebanyak 16,86 persen dari target rekomendasi WHO. 

"Ini adalah prestasi yang sangat baik. Pemerintah masih terus bekerja keras untuk dapat mencapai target rekomendasi WHO ini," ucap dia.

Namun, Wiku mengakui upaya pemeriksaan spesimen masih belum merata di tiap daerah. Pemerintah masih mendorong pemerataan testing, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Tantangan terbesar yang mengakibatkan belum meratanya pemeriksaan adalah kenyataan bahwa bahwa Indonesia berbentuk negara kepulauan. Yang artinya, ada kendala dalam sektor transportasi.

"Tantangannya adalah logistik pengiriman spesimen, dan pelaporan hasil pemeriksaan, serta distribusi alat-alat penunjang pemeriksaan seperti reagen, mesin PCR dan alat habis pakai yang mempengaruhi kapasitas sebuah laboratorium dalam melakukan pemeriksaan," jelas Wiku.

Oleh sebab itu, Wiku meminta masing-masing pemerintah daerah untuk segera berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan maupun Satgas COVID-19 jika membutuhkan bantuan dalam penanganan COVID-19.