Buruh Gelar May Day Fiesta Hari Ini, Masyarakat Baiknya Hindari Kawasan Senayan
Ilustrasi/Foto: Antara

Bagikan:

JAKARTA - Pihak kepolisian meminta masyarakat sebaiknya menghindari kawasan Gelora Bung Karno, Senayan. Penyebabnya, hari ini, Sabtu, 15 Mei, Partai Buruh bersama serikat buruh lainnya menggelar May Day Fiesta.

Kegiatan tersebut diperkirakan akan berlanjut pada Sabtu sekitar pukul 09.00-15.00 WIB. Sehingga, masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar lokasi aksi diharap bisa memaklumi jika terjadi kepadatan arus lalu lintas.

"Sekiranya bisa menghindari kawasan GBK karena dikhawatirkan nanti karena banyaknya kegiatan di situ, kemudian banyaknya kendaraan yang disiapkan oleh peserta, nanti masyarakat kita harapkan untuk menghindari," kata kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dikutip Antara, Jumat, 13 Mei.

Sementara untuk mengamankan kegiatan ini, Polda Metro Jaya bersama TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan 5.260 personel gabungan. Sedangkan kegiatan May Day Fiesta akan diikuti 60.000 orang terdiri dari elemen buruh.

Setidaknya, ada sejumlah wilayah yang diperkirakan terdampak kegiatan May Day Fiesta ini. Di antaranya Jalan Jenderal Gatot Subroto mulai dari Simpang Semanggi hingga depan Gedung DPR/MPR, kemudian kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, Jalan Jenderal Sudirman mulai dari Bundaran Senayan hingga Simpang Semanggi.

Sementara dalam keterangan tertulisnya, Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan ada dua kegiatan tang akan dilakukan Partai Buruh bersama Gerakan Buruh Indonesia pada hari ini. Pertama, sekitar pukul 10.00 WIB–12.00 WIB dilakukan aksi unjuk rasa di DPR RI.

Kedua, pada pukul 13.00 WIB–17.30 WIB berupa May Day Fiesta di GBK. "Kegiatan ini adalah rangkaian peringatan May Day. Di mana pada tanggal 1 Mei kami juga menyelenggarakan aksi di KPU yang dilanjutkan dengan May Day Fiesta di Gedung Film Usmar Ismail," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya.

Dia mengatakan kegiatan ini akan diikuti massa buruh dari DKI, Jabar, dan Banten. Selain itu, kegiatan serupa juga digelar serempak di berbagai daerah seperti Surabaya, Semarang, Medan, Batam, dan kota industri lainnya seperti Yogyakarta, Aceh, Padang, Bengkulu, Riau, Lampung, Sulawesi, Makassar, Gorontalo, Morowali, Kendari, Bitung, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Maluku, Mataram, Ternate, dan lainnya.

Kembali ke acara May Day Fiesta di GBK, Said Iqbal mengatakan nantinya serikat buruh internasional dan partai buruh dari negara lain juga akan hadir dan berorasi. Dari serikat buruh Internasional adalah Sekjend ITUC Sharan Burraw, Sekjend ITUC AP Shoya Yoshida, Presiden DGB, Konfederasi Serikat Buruh Brasil, Konfederasi Serikat Buruh Australia, Konfederasi Serikat Buruh Finlandia.

"Sedangkan dari Partai Buruh dari negara lain adalah Partai Buruh Brasil, Australia, dan Finlandia," tegasnya.

Dalam momentum kali ini, Partai Buruh dan Gerakan Buruh Indonesia akan menyuarakan 18 tuntutan, sebagai berikut:

1.Tolak Omnibus law UU Cipta Kerja;
2. Turunkan harga bahan pokok (minyak goreng, daging, tepung, telur, dll), BBM, dan gas;
3. Sahkan RUU PPRT, tolak revisi UU PPP, tolak revisi UU SP/SB;
4. Tolak upah murah;
5. Hapus outsourcing;
6. Tolak kenaikan pajak PPn;
7. Sahkan RPP Perlindungan ABK dan Buruh Migran;
8. Tolak pengurangan peserta PBI Jaminan Kesehatan;
9. Wujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria;
10. Stop kriminalisasi petani;
11. Biaya pendidikan murah dan wajib belajar 15 tahun gratis;
12. Angkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS;
13. Pemberdayaan sektor informal;
14. Ratifikasi Konversi ILO No 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja;
15. Driver Ojol adalah pekerja, bukan mitra kerja yang tidak jelas hubungan kerjanya;
16. Laksanakan Pemilu tepat waktu 14 Februari 2024 secara jurdil dan tanpa politik uang;
17. Redistribusi kekayaan yang adil dengan menambah program jaminan sosial (jaminan makanan, perumahan, pengangguran, pendidikan, dan air bersih); dan
18. Tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya.