Hotel Isolasi COVID-19 di DKI Sudah Terisi 82 Persen
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto: Diah Ayu Wardani/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, tiga hotel yang telah dioperasikan untuk isolasi pasien COVID-19 di Jakarta telah terisi cukup banyak.

Hal ini diketahui setelah dirinya mengecek ketersediaan tempat tidur hotel isolasi pasien positif dengan kategori orang tanpa gejala (OTG). Kata dia, saat ini hotel tersebut telah terisi hingga 82 persen.

"Rata-rata, 74 sampai 82 persen terisi dari kamar-kamar hotel yang kami siapkan," kata Riza kepada wartawan, Minggu, 4 Oktober.

Ada tiga hotel yang telah beroperasi, di antaranya yakni Hotel Ibis di Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara; Hotel U Stay, Tebet, Jakarta Selatan; dan Hotel Ibis, Senen, Jakarta Pusat.

Ia mencontohkan keterisian di Hotel Ibis Mangga Dua. Hotel tersebut menyiapkan 200 kamar. Per hari ini, 177 kamar telah dipakai pasien untuk isolasi.

"Di hotel ini (Ibis) sudah ada 205 kamar yang disiapkan dan sudah 177 kamar yang terpakai," ucap dia.

Adapun penyediaan isolasi ini merupakan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) didukung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kasus OTG yang isolasi di hotel dalam program ini tidak dikenakan biaya.

"Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat menyiapkan seluruh keperluan sarana dan prasarananya, tenaga kesehatan, obat-obatan, APD, dan semua kebutuhan. Masyarakat Jakarta tidak perlu khawatir, kami akan memberikan pelayanan penanganan yang sebaik-baiknya," jelas Riza.

Untuk bisa melakukan isolasi di hotel, awalnya pasien mendapat rujukan dari puskesmas untuk bisa melakukan isolasi. Kemudian, pegawai hotel menyiapkan kamar sebagai isolasi.

Setiap harinya, ada tenaga kesehatan yang memeriksa kondisi pasien, melihat riwayat penyakitnya, hingga menyiapkan vitamin bagi pasien OTG tersebut.

Terhadap makanan sehari-hari, manajemen hotel menerima kategori menu yang bergizi sesuai arahan dinkes. Ketika makanan telah siap, para pegawai hotel akan mengantar makanan ke masing-masing kamar pasien.

Jika suatu waktu kondisi salah satu pasien OTG melemah, petugas dinkes yang bersiaga di hotel akan memeriksa kondisi pasien dan memutuskan pemindahan pasien untuk dirawat di rumah sakit. Di tiap hotel, ada ambulans yang disiagakan untuk mengantar pasien jika membutuhkan perawatan.