Bagikan:

JATENG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons santai saat ceramah tarawih di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta disambut dengan spanduk bertuliskan #SAVE WADAS.

Alih-alih melarang, Ganjar justru meminta pihak yang membawa spanduk berwarna putih dengan tulisan hitam tersebut untuk mengangkatnya. 

"Ada yang bawa spanduk mau menuliskan buat saya,enggak apa, ini bagian dari exercise politik. Diangkat saja Mas enggak apa-apa. Ini bagian dari salat tarawih yang sangat menarik di UGM, inilah demokrasi," kata Ganjar disambut tepuk tangan jemaah yang hadir.

Ganjar diketahui mengisi ceramah tarawih di Masjid UGM Yogyakarta Rabu, 6 April. Isi ceramah diunggah akun Youtube @Masjid Kampus UGM pada 6 April kemarin dengan judul Ceramah Tarawih 5 Ramadan 1443 H ~ Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. Dalam kesempatan tersebut, Ganjar berbicara mengenai evektifitas dan efisiensi birokrasi dari pengalamannya sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah. 

"Saya sangat senang dengan ke-kritisan kawan-kawan dan inilah diskusi yang selalu dibuka untuk mendewasakn kita semuanya," terang Ganjar.

Saat berbicara mengenai birokrasi, Ganjar awalnya menyinggung keluhan warga soal minyak goreng. Sejak Januari 2022, dirinya banyak mendapat aduan dari masyarakat dan paling banyak soal minyak goreng.

"Jadi sampai hari ini, sudah ada 115 aduan ke kanal Laporgub terkait minyak goreng. Tak hanya aduan online, setiap bertemu warga apalagi emak-emak itu, mengeluhnya satu sekarang, minyak goreng. Semua protes ke saya, ini ada apa. Padahal kita penghasil minyak terbesar seluruh dunia," kata Ganjar.

Selain minyak goreng, banyak juga aduan masyarakat seperti pungutan liar, hingga kesulitan membuat SKCK dan SIM, hingga soal bencana, layanan rumah sakit, dan sekolah jarak jauh karena pandemi.

"Semua aduan itu mereka sampaikan langsung ke saya melalui medsos. Semua OPD saya wajibkan buat akun medsos dan harus centang biru. Hasilnya apa, hari ini netizen bisa mencurahkan isi hati dan pandangannya hanya dengan satu kali klik," jelasnya.

Semua aduan dari masyarakat itu lanjut Ganjar harus direspons cepat oleh birokrasi. Kecepatan respons itu penting agar masyarakat mendapatkan kepastian.

"Bagi saya, ini adalah tantangan yang harus diselesaikan, apalagi di tengah perubahan yang begitu cepat. Birokrasi harus mampu menjawab persoalan yang membuat rakyat terbebani," katanya.

Setelah berjalan beberapa menit, Ganjar menghentikan sejenak khotbahnya. Sebuah spanduk terbentang di tengah-tengah para jemaah yang duduk bersila di dalam masjid. Namun spanduk itu hanya diangkat sebentar. Belakangan diketahui spanduk itu berbunyi #SaveWadas.