Penipu Catut Nama Bupati PPU Kaltim, Bikin Rekening Bank Bernama Sama Tampung Duit Kejahatan
Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud (DOK. Instagram pribadi)

Bagikan:

JAKARTA - Pencatutan nama sebagai modus kejahatan untuk penipuan kembali dialami kepala daerah. Kali ini pencatutan untuk penipuan dialami Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud. 

Peristiwa penipuan terhadap sejumlah orang diposting Gafur di akun Instagram miliknya. Si penipu mulanya mengirim pesan WhatsApp ke sejumlah orang sambil mengaku sebagai Bupati PPU. Saat pesan direspons, penipu ini menyebut punya nomor baru. 

“Sudah dilaporkan ke Polres,” kata Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud dihubungi VOI, Minggu, 27 September.

Menurut Gafur, para penipu ini memiliki rekening bank yang sama dengan nama dirinya. Gafur heran dengan pembuatan rekening yang diyakini untuk menampung duit hasil penipuan ini. 

“Apakah nama saya kebetulan sama atau mereka ini punya KTP dan KK saya untuk membuka akun Bank Sinar Mas. Karena saya dengar sekarang bisa buka akun tabungan melalui online,” sambungnya. 

Ketua DPC Demokrat Balikpapan ini berharap polisi segera menangkap pelaku penipuan. Karena sudah ada sejumlah orang menjadi korban penipuan karena namanya sebagai bupati dicatut.

“Apakah orang di sekililing saya atau memang orang profesional penipu. Nah seandainya mereka ahli nipu ini asalnya dari mana apakah dari PPU Kaltim atau orang dari mana? Tapi yakin dan percaya pihak berwajib pasti bisa menangkap dengan cepat, karena saya dengar sudah ratusan juta berhasil ditipu. Semoga bisa cepat tertangkap dan saya penasaran sekali siapa orang ini,” tutur Gafur.

Atas kejadian ini, Gafur mengingatkan agar warga Penajam Paser Utara waspada terhadap penipuan dari orang yang mengatasnamakan dirinya atau orang dekat bupati. Gafur meminta pihak yang dihubungi orang lain dengan membawa namanya langsung diklarifikasi ke dirinya.

“Saya ingin mengingatkan kepada orang-orang di Penajam Paser Utara baik dari perusahaan atau dari mana pun jika ada yang mengatasnamakan bupati, saya rasa perlu konfirmasi atau datang saja ke kantor bupati menanyakan langsung ke saya. Apalagi kalau ada yang meminta embel-embel sesuatu tolong datang ke saya. Karena saya mendengar kabar ini, banyak yang ditipu bahkan ada yang memakai poto profil saya kemudian nomor berbeda. Nomor saya cuma satu,” ujar Gafur.