Korban Pengeroyokan di Malang Kini Jadi Tersangka Kasus Pencabulan
ILUSTRASI PIXABAY

Bagikan:

MALANG - Polisi kini menahan SW yang sebelumnya jadi korban pengeroyokan di Taman Nivea, Jalan Merbabu, Kota Malang, Jawa Timur. Berkaitan dengan kasus ini, polisi sebelumnya menetapkan 4 orang sebagai tersangka pengeroyokan terhadap SW.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yuda Riambodo mengatakan pihkanya menerima laporan korban atas dugaan pencabulan ini. Hasil dari pendalaman dan alat bukti yang terkumpul, SW ditetapkan sebagai tersangka. 

“Dari dasar analisa dan alat bukti yang sudah kami dapatkan, kami menetapkan tersangka terhadap terduga pelaku inisial SW, atas dugaan persetubuhan," terang Tinton, Senin, 27 Desember.

SW kini telah ditahan Polresta Malang Kota. Akibat perbuatannya, SW akan dijerat Pasal 290 KUHP lantaran terbukti melakukan pencabulan terhadap orang yang pingsan atau tidak berdaya. 

“Dari alat bukti yang sudah ada, telah memenuhi unsur. Karena itu, pada pelaku kami lakukan penahanan,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam video berdurasi 25 detik yang beredar dan viral, tampak seorang pemuda memakai sweater kuning babak belur dihajar sekelompok anak muda. Dia tampak hanya bisa pasrah sembari menghindar.

Belakangan diketahui, aksi kekerasan ini terjadi dari adanya permasalahan pribadi antara korban SW dan saksi pengeroyokan bernama LN. Keduanya kata Tinton terlibat konflik pribadi. LN kata dia menuntut pertanggungjawaban SW atas dugaan pencabulan.

Dengan alasan ini, LN meminta SW untuk datang ke kawasan Taman Nivea menyelesaikan permasalahan tersebut pada Sabtu, 20 November.

Sesampainya di lokasi, SW melihat LN ditemani dengan keempat temannya yang kini jadi tersangka pengeroyokan. SW pun berinisiatif meminta LN masuk ke mobil untuk berdialog. 

“Namun setelah LN naik mobil dan belum sempat menutup pintu, SW tancap gas dan membuat panik si LN. Karena panik, LN spontan menarik tuas rem tangan,” beber Tinton.

Di saat mobil berhenti, empat prang tersangka berlari mengejar dan menyuruh korban untuk turun. Di situ aksi pengeroyokan hingga babak belur terjadi.

“Mereka kemudian melayangkan pukulan dan tendangan bertubi-tubi kepada korban hingga korban menderita luka-luka di sekujur tubuhnya dan saat ini sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit di Kota Malang,” ujar Tinton.