Masuk PPKM Level 1, Kapasitas Isolasi COVID-19 DKI Hanya Terpakai 4 Persen
Rumah sakit/ Wikimedia Commons Alberto Giuliani

Bagikan:

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, menyebut tempat tidur isolasi COVID-19 di Ibu Kota yang terpakai hanya 4 persen saat memasuki PPKM Level 1 sejak tanggal 2 hingga 15 November.

"Kita bersyukur di Jakarta terus turun angkanya. Kalau liat tempat tidur sudah turun sampai 4 persen BOR-nya (bed occupancy ratio)," kata Riza kepada wartawan, Rabu, 3 November

Rinciannya, tempat tidur isolasi terpakai sebanyak 207 dari 4.732 tempat tidur yang disiapkan. Kemudian, keterpakaian tempat tidur ICU sebesar 12 persen atau terpakai 87 dari 735 tempat tidur yang disiapkan.

Lalu, per kemarin, vaksinasi COVID-19 di Ibu Kota mencapai 10.897.428 dosis pertama dan 8.398.405 pada dosis kedua.

"Dosis 1 dan 2 telah mencapai 19.295.833 dosis. Mudah mudahan dalam beberapa hari kedepan kita mencapai target 11.426.456 yang ditargetkan," ucap dia.

Pada penerapan PPKM Level 1 saat ini, terdapat sejumlah pelonggaran kegiatan. Hal tersebut di antaranya kapasitas perkantoran nonesensial work ftom office (WFO) diperbolehkan sampai 75 persen.

Kemudian, kapasitas perkantoran sektor esensial pada bagian keuangan diperbolehkan WFO sampai 100 persen, pelayanan administrasi 70 persen, pasar modal dan IT 100 persen, perhotelan 100 persen staf.

Selain itu, kapasitas toko, mal, dan pusat perbelanjaan diperbolehkan 100 peraen pengunjung dengan jam operasional sampai pukul 22.00 WIB.


Kapasitas restoran, warung makan, hingga kafe diperlonggar menjadi 75 persen dengan jam operasional sampai pukul 22.00 WIB. Lalu, tak ada lagi batasan waktu makan pengunjung.

"Terkait PPKM kita mencapai level 1, tentu kami bersyukur semua berkat kerja keras semua pihak yang selama ini membantu Pemprov DKI Jakarta," ungkap Riza.

Meski begitu, lanjut dia, semakin banyak pelonggaran kegiatan yang dilakukan, akan semakin besar pula potensi penularan virus corona. Mengingat, mobilitas masyarakat menjadi meningkat. Karenanya, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Intensitas orang semakin tinggi potensi kerumunan semakin besar pada akhirnya potensi penyebaran semakin besar. Jadi, caranya cuma tiga, tetap diam dirumah, memakai masker dan protokol kesehatan, dan pastikan sudah mendapatkan vaksin," pungkasnya.