Bernasib Sama dengan Huawei, Honor Terancam Masuk Daftar Hitam AS

JAKARTA - Honor sepertinya akan mengikuti jejak Huawei dengan masuk ke daftar hitam Amerika Serikat (AS). Bermula saat sekelompok anggota Kongres dari Partai Republik menulis surat kepada Departemen Perdagangan AS.

Dipimpin oleh Anggota Kongres AS dari kubu Republik, Perwakilan Michael McCaul, meminta agar mantan anak perusahaan Huawei, tersebut dimasukkan dalam Daftar Entitas pemerintas AS. Anggota Kongres juga mengklaim bahwa Honor memisahkan diri dari Huawei pada 2020 untuk menghindari sanksi ketat yang dijatuhkan pada perusahaan induk Huawei di tahun 2019.

Tidak hanya itu, para anggota juga menyatakan bahwa Honor sudah mengakses chip dan pasokan software dari pemasok Amerika, yang tidak akan terjadi jika Huawei tidak melakukan divestasi dari Honor pada 2020, seperti dikutip dari Gizmochina, Senin 9 Agustus.

Perwakilan Michael McCaul juga mencurigai bahwa Honor masih milik negara, meskipun konsorsium 30 investor telah membeli perusahaan dari Huawei tahun lalu.

Seorang juru bicara Departemen Perdagangan AS mengungkapkan Departemen Perdagangan menghargai perspektif DPR dari Partai Republik. Dia mencatat bahwa Departemen Perdagangan terus meninjau informasi yang tersedia untuk mengidentifikasi potensi penambahan Daftar Entitas.

Sebagai informasi, Huawei mulai masuk daftar hitam tersebut pada 2019. Diyakini bahwa klaim AS tentang Huawei sebagai kedok bagi pemerintah China, mungkin berlaku juga untuk Honor.